a

Willy Aditya Tag

YOGYAKARTA (16 November): Wakil Ketua Fraksi Partai NasDem DPR RI, Willy Aditya menilai positif tema rekonsiliasi dan reintegrasi yang terus disuarakan. Hal tersebut harus terus digaungkan menjelang pesta demokrasi 2024. "Kita semua telah alpa seusai Pilpres 2019. Rekonsiliasi pascapilpres hanya dibangun di level elite, sedangkan di level bawahnya terabaikan. Inilah yang menyebabkan potensi polarisasi masih kuat. Apalagi, sepertinya ada yang terus mengorkestrasi sentimen politik identitas, terutama di medsos," ujar Willy dalam diskusi dengan tema 'Common Project Rekonsiliasi dan Reintegrasi Nasional', yang digelar Forum 2045, organisasi

Oleh: Willy Aditya Wakil Ketua Fraksi Partai NasDem DPR RI   ‘APAKAH gaya hidup manusia itu pada dasarnya memang waras?’ Begitu keraguan yang muncul dari Marvin Harris dalam Cows, Pigs, Wars and Wicthes: The Riddles of Culture. Harris mempertanyakan alasan negara-negara modern berperang meskipun selalu ada saja banyak jawaban yang sangat masuk akal untuk itu. Namun, perang tetaplah perang. Sebuah konflik berkepanjangan yang tidak hanya menimbulkan korban jiwa dan harta benda. Ada dampak jangka panjang yang tidak pernah dihitung dan pihak-pihak yang berperang jarang memahami sebab dan

JAKARTA (9 November): Wakil Ketua Fraksi Partai NasDem DPR RI, Willy Aditya menegaskan fraksinya akan mengusulkan revisi UU Nomor 3 Tahun 2017 tentang Sistem Perbukuan. Revisi beleid tersebut dimaksudkan untuk meningkatkan literasi masyarakat Indonesia. "Dalam waktu dekat kita usulkan revisi UU Perbukuan. NasDem concern pada literasi, background sumber daya manusia (SDM) berkualitas," kata Willy di Jakarta, Rabu (9/11). Baca juga: Fraksi NasDem DPR Terus Perjuangkan Tiga RUU Wakil Ketua Badan Legislasi DPR RI itu mengatakan bahwa tingkat literasi masyarakat Indonesia masih cukup rendah. Padahal, literasi saat ini

JAKARTA (9 November): Fraksi Partai NasDem DPR RI terus memperjuangkan tiga RUU untuk disahkan menjadi UU sebelum periode ini berakhir. Tiga bakal beleid tersebut adalah RUU Perlindungan Pekerja Rumah Tangga (PPRT), RUU Masyarakat Hukum Adat (MHA), dan RUU Pendidikan Kedokteran (Dikdok). "NasDem punya PR (pekerjaan rumah) perjuangkan RUU PPRT, RUU MHA, dan RUU Dikdok. Itu yang dari awal diusulkan NasDem untuk bisa jadi UU," kata Wakil Ketua Fraksi Partai NasDem DPR RI, Willy Aditya di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (8/11). Baca juga: Willy Aditya Kirim

JAKARTA (8 November): Ketua Panitia Kerja (Panja) RUU Perlindungan Pekerja Rumah Tangga (PPRT), Willy Aditya berharap agar masyarakat, terutama media meluruskan cara pandang terkait profesi pekerja rumah tangga (PRT). Sebagai wahana informasi masyarakat, jelas Willy, mengubah penyebutan ART (Asisten Rumah Tangga) atau ‘pembantu’ menjadi PRT amat penting untuk menyosialisasikan bahwa PRT adalah pekerjaan profesional, bukan sekadar membantu kerja-kerja rumah tangga. “Media tidak boleh ragu menuliskan profesi pekerja rumah tangga (PRT), bukan lagi asisten rumah tangga, atau istilah penghalusan lainnya. Kita harus budayakan menggunakan istilah yang tepat,

JAKARTA (4 November): Wakil Ketua Fraksi Partai NasDem DPR RI, Willy Aditya menegaskan, hukum tidak boleh dimanfaatkan untuk kepentingan politik. Hukum tidak boleh menjadi alat teror, terlebih menjelang penyelenggaraan pemilu. "Hukum tidak boleh menjadi alat teror dan intimidasi," kata Willy Aditya dalam keterangannya, Kamis (3/11). Willy menilai, secara fatsun pemanfaatan hukum untuk politik adalah praktik yang kotor dan amoral. Hukum dijadikan alat oleh mereka yang punya kuasa atau akses ke ranah hukum. Praktik tersebut, imbuh Legislator NasDem itu, membuat hukum menjadi tidak imparsial dan tercederai. Hal itu

JAKARTA (4 November): Wakil Ketua Badan Legislasi (Baleg) DPR RI, Willy Aditya menjelaskan urgensi kehadiran UU Perlindungan Pekerja Rumah Tangga (PPRT) bertujuan sebagai payung hukum untuk melindungi pekerja rumah tangga (PRT) dari eksploitasi, diskriminasi, penindasan, dan ketidakadilan. Untuk itu, Legislator NasDem tersebut mendorong agar RUU PPRT bisa segera diagendakan di Rapat Paripurna DPR untuk disahkan menjadi RUU usul inisiatif DPR. Ketua Panja RUU PPRT itu menjelaskan, selama ini pekerja di ranah sosial dan domestik tidak pernah mendapatkan statusnya, hanya diatur keberadaannya di level Peraturan Menteri Tenaga

JAKARTA (2 November): Ketua Panja RUU Perlindungan Pekerja Rumah Tangga (PPRT), Willy Aditya mendesak Pimpinan DPR RI segera mengagendakan rapat paripurna penetapan RUU PPRT menjadi usul inisiatif DPR. Willy menegaskan, penyusunan bakal beleid itu sudah rampung di Badan Legislasi (Baleg) DPR RI dan tinggal menunggu penetapan di Rapat Paripurna DPR. "Harusnya pimpinan DPR cukup arif dan bijaksana, segera menetapkan RUU PPRT sebagai usul inisiatif DPR," kata Willy di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (1/11). Baca juga: Willy Aditya Kirim Surat Terbuka kepada Presiden Jokowi Terkait RUU Dikdok Wakil

SLEMAN (10 Oktober): Ketua DPW Partai NasDem DIY yang juga anggota DPR RI, Subardi optimistis Anies Baswedan bakal menang di DIY saat Pilpres 2024. Figur Anies yang kuat dan merupakan warga Yogya menjadi magnet tersendiri bagi masyarakat untuk memilihnya. Saat ini NasDem DIY tengah membangun konsolidasi guna mengantarkan Anies menuju Istana Negara. Subardi mengakui, sosok Anies begitu dikenal warga DIY. Itu sebabnya ia berani memasang target, Gubernur DKI Jakarta itu dapat unggul di wilayah DIY dan menjadikan DIY sebagai basis kemenangan Anies. "Targetnya menang di Yogya

JAKARTA (9 Oktober): Wakil Ketua Fraksi Partai NasDem DPR RI, Willy Aditya mengatakan NasDem terus berkomunikasi intensif dengan berbagai partai politik untuk membentuk koalisi menyongsong Pilpres 2024. Ia mengatakan, setidaknya membutuhkan 20 persen kursi di DPR RI untuk mencalonkan bakal calon presiden pilihan NasDem, Anies Baswedan. Kini setidaknya ada dua partai yakni Demokrat dan PKS yang tengah dijajaki untuk koalisi. "Itulah kemudian kita butuh membangun koalisi. Di luar PDIP memang semua partai harus melakukan koalisi. Demokrat dan PKS insyallah, kita selalu berkomunikasi secara intensif. Sejauh ini