a

Wakil Ketua MPR Tag

JAKARTA (25 November): Kesenjangan antara tuntutan peningkatan pendidikan berkualitas dan mutu guru harus segera dipersempit lewat perbaikan sejumlah kebijakan, agar upaya mencerdaskan kehidupan bangsa dapat konsisten direalisasikan. "Perlu kerja keras semua pihak untuk mempersempit kesenjangan antara tujuan yang ingin dicapai dan kualitas sumber daya yang kita miliki di sektor pendidikan nasional saat ini," kata Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat dalam keterangan tertulisnya, Jumat (25/11) dalam rangka memperingati Hari Guru Nasional pada 25 November. Menurut Lestari yang biasa disapa Rerie, tujuan pendidikan nasional yang diamanatkan UU

JEPARA (24 November): Perempuan sebagai ibu bangsa memiliki legitimasi untuk berperan lebih besar dalam mewujudkan Indonesia sebagai bangsa yang kuat dan bersatu. "Perempuan di dalam keluarga jelas memiliki peran sentral, tetapi mengapa kekuatan alami itu belum berhasil dibawa ke sektor formal. Kita perlu mendorong perempuan masuk dalam sistem proses pembangunan bangsa," kata Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat saat membuka acara Temu Tokoh Nasional MPR RI bertema Meneguhkan Peran Ulama Perempuan untuk Memperkuat Kebangsaan, di sela penyelenggaraan Kongres Ulama Perempuan Indonesia (KUPI) II di Pondok

JAKARTA (24 November): Inovasi untuk mewujudkan merdeka belajar hanya mungkin tercapai jika tersedia ruang belajar yang menyenangkan, ekosistem pembelajaran yang mendukung serta infrastruktur belajar yang memadai. "Banyak tantangan terhadap kemajuan dunia pendidikan. Guru memiliki seperangkat tugas profesional mendampingi para pelajar menemukan kemampuan terbaiknya untuk bertumbuh menuju masa depan," kata Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat saat membuka diskusi daring bertema Transformasi Guru Berkualitas Pasca-Perhelatan Presidensi Indonesia dalam G20, yang digelar Forum Diskusi Denpasar 12, Rabu (23/11). Diskusi yang dimoderatori Radityo Fajar Arianto, (Dosen Universitas Pelita Harapan)

JAKARTA (22 November): Keragaman identitas, budaya, bahasa, etnis dan agama merupakan kekuatan penuh untuk menghadirkan praktik politik yang inklusif, menjangkau semua tanpa pembeda. "Kegiatan politik tidak bisa dilepaskan dari identitas seseorang. Setiap politisi memiliki beragam identitas, baik secara ras, agama, maupun asal daerah. Namun, terdapat nilai, ideologi, filosofi kebangsaan yang menjadi pedoman dalam berpolitik," kata Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat dalam sambutannya saat menerima kunjungan peserta Socdem Asia-Progressive Alliance dengan tema Politics of Identities: Harnessing the Power in Diversity and Unity di Gedung Nusantara

JAKARTA (21 November): Penetapan Kejadian Luar Biasa (KLB) polio harus segera diikuti upaya pencegahan masif lewat percepatan pencapaian target imunisasi polio dan peningkatan literasi masyarakat terkait pencegahan penyakit polio. "Indonesia telah mendapatkan sertifikat bebas polio dari WHO pada 2014. Ditemukannya kasus polio di Aceh harus menjadi perhatian semua pihak untuk mengambil langkah segera untuk mengatasinya," kata Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat dalam keterangan tertulisnya, Senin (21/11). Catatan Kementerian Kesehatan saat ini sebanyak 415 Kabupaten/Kota di 30 provinsi di Indonesia masuk dalam kriteria risiko tinggi polio

JAKARTA (20 November): Peringatan Hari Anak Internasional merupakan momentum bagi setiap negara untuk meningkatkan perhatian serius terhadap upaya perlindungan dan pemenuhan hak-hak anak. "Pemenuhan hak-hak anak merupakan langkah strategis yang harus menjadi perhatian semua pihak, mengingat anak-anak adalah generasi penerus dan penentu masa depan bangsa," kata Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat dalam keterangan tertulisnya, Minggu (20/11), menyambut Hari Anak Internasional yang diperingati setiap 20 November. Dilansir situs resmi United Nations Children's Fund (UNICEF), tema Hari Anak Sedunia 2022 adalah Inklusi untuk setiap anak, yang mengajak

JAKARTA (18 November): Pemberdayaan perempuan merupakan langkah strategis mendorong produktivitas nasional untuk menghadapi persaingan global, di tengah pertambahan penduduk dunia. "Pertambahan populasi dunia, termasuk di Indonesia, harus diimbangi dengan berbagai upaya untuk meningkatkan produktivitas sumber daya manusia (SDM), termasuk perempuan, yang memiliki potensi besar untuk berperan aktif dalam proses pembangunan," kata Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat dalam keterangan tertulisnya, Jumat, (18/11). Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Selasa (15/11) memperkirakan jumlah penduduk dunia saat ini mencapai 8 miliar orang dan diperkirakan akan mencapai 9,7 miliar pada tahun 2050. Adapun

JAKARTA (17 November): Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat mengapresiasi Women 20 (W20) Indonesia yang telah berhasil melaksanakan tugas dan tanggung jawab dengan baik, dalam mendukung peran Indonesia sebagai Presidensi G20 di KTT G20 di Bali. Masuknya delapan paragraf mengenai upaya pemberdayaan perempuan dalam Deklarasi Pimpinan G20 Bali yang terdiri dari 52 paragraf itu, ujar Lestari, merupakan bukti nyata komitmen G20 terhadap pemberdayaan perempuan. "Apresiasi setinggi-tingginya kepada W20 Indonesia yang berhasil mengemban tugas dengan baik di saat Indonesia sebagai Presidensi G20 di Bali," ujar Rerie, sapaan

JAKARTA (16 November): Setiap anak bangsa mengemban tugas menekan angka positif Covid-19 dengan memutus mata rantai penyebaran virus. "Data sebaran kasus positif Covid-19 yang cenderung meningkat saat ini bukan untuk membangun sentimen ketakutan, tetapi untuk menjadi pedoman bagi kita untuk mengambil langkah yang tepat, di tengah aktivitas sosial dan geliat ekonomi yang meningkat," kata Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat saat membuka diskusi daring bertema Mengantisipasi Naiknya Risiko Dampak Pandemi Covid-19 Menjelang Liburan Akhir Tahun yang digelar Forum Diskusi Denpasar 12, Rabu (16/11). Diskusi yang dimoderatori

JAKARTA (15 November): Penyakit diabetes harus diwaspadai dengan kebijakan yang mampu meningkatkan akses, pemahaman, serta edukasi masyarakat tentang pola hidup sehat dan skrining faktor risiko untuk mencegah berkembangnya penyakit kronis itu di masa datang. "Penting untuk mencegah diabetes meluas di masyarakat, mengingat dampaknya yang bisa mempengaruhi kualitas hidup dan biaya kesehatan masyarakat," kata Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat dalam keterangan tertulisnya, Selasa (15/11). Data International Diabetes Federation pada 2021, saat ini terdapat 537 juta orang berusia 20-79 tahun di dunia yang hidup dengan diabetes. Baca juga: