a

Wakil Ketua Fraksi Partai NasDem DPR Tag

YOGYAKARTA (16 November): Wakil Ketua Fraksi Partai NasDem DPR RI, Willy Aditya menilai positif tema rekonsiliasi dan reintegrasi yang terus disuarakan. Hal tersebut harus terus digaungkan menjelang pesta demokrasi 2024. "Kita semua telah alpa seusai Pilpres 2019. Rekonsiliasi pascapilpres hanya dibangun di level elite, sedangkan di level bawahnya terabaikan. Inilah yang menyebabkan potensi polarisasi masih kuat. Apalagi, sepertinya ada yang terus mengorkestrasi sentimen politik identitas, terutama di medsos," ujar Willy dalam diskusi dengan tema 'Common Project Rekonsiliasi dan Reintegrasi Nasional', yang digelar Forum 2045, organisasi

JAKARTA (9 November): Wakil Ketua Fraksi Partai NasDem DPR RI, Willy Aditya menegaskan fraksinya akan mengusulkan revisi UU Nomor 3 Tahun 2017 tentang Sistem Perbukuan. Revisi beleid tersebut dimaksudkan untuk meningkatkan literasi masyarakat Indonesia. "Dalam waktu dekat kita usulkan revisi UU Perbukuan. NasDem concern pada literasi, background sumber daya manusia (SDM) berkualitas," kata Willy di Jakarta, Rabu (9/11). Baca juga: Fraksi NasDem DPR Terus Perjuangkan Tiga RUU Wakil Ketua Badan Legislasi DPR RI itu mengatakan bahwa tingkat literasi masyarakat Indonesia masih cukup rendah. Padahal, literasi saat ini

JAKARTA (4 November): Wakil Ketua Fraksi Partai NasDem DPR RI, Willy Aditya menegaskan, hukum tidak boleh dimanfaatkan untuk kepentingan politik. Hukum tidak boleh menjadi alat teror, terlebih menjelang penyelenggaraan pemilu. "Hukum tidak boleh menjadi alat teror dan intimidasi," kata Willy Aditya dalam keterangannya, Kamis (3/11). Willy menilai, secara fatsun pemanfaatan hukum untuk politik adalah praktik yang kotor dan amoral. Hukum dijadikan alat oleh mereka yang punya kuasa atau akses ke ranah hukum. Praktik tersebut, imbuh Legislator NasDem itu, membuat hukum menjadi tidak imparsial dan tercederai. Hal itu

JAKARTA (14 Oktober): Wakil Ketua Fraksi Partai NasDem DPR RI, Eva Yuliana menyatakan, berbagai pengungkapan kasus di internal Polri membuktikan komitmen Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo untuk bersih-bersih Korps Bhayangkara. Eva Yuliana menyampaikan itu menanggapi penangkapan Kapolda Sumatera Barat (Sumbar) Irjen Teddy Minahasa yang diduga terkait kasus narkotika. Kabar penangkapan bakal Kapolda Jawa Timur pengganti Irjen Nico Afinta tersebut diungkap Kapolri seusai pengarahan Presiden Jokowi kepada Kapolri, Kapolda, dan Kapolres se-Indonesia di Istana Negara, Jakarta, Jumat (14/10). “Kita apresiasi dan mendukung semangat Bapak Kapolri untuk mengantarkan

SLEMAN (10 Oktober): Ketua DPW Partai NasDem DIY yang juga anggota DPR RI, Subardi optimistis Anies Baswedan bakal menang di DIY saat Pilpres 2024. Figur Anies yang kuat dan merupakan warga Yogya menjadi magnet tersendiri bagi masyarakat untuk memilihnya. Saat ini NasDem DIY tengah membangun konsolidasi guna mengantarkan Anies menuju Istana Negara. Subardi mengakui, sosok Anies begitu dikenal warga DIY. Itu sebabnya ia berani memasang target, Gubernur DKI Jakarta itu dapat unggul di wilayah DIY dan menjadikan DIY sebagai basis kemenangan Anies. "Targetnya menang di Yogya

JAKARTA (9 Oktober): Wakil Ketua Fraksi Partai NasDem DPR RI, Willy Aditya mengatakan NasDem terus berkomunikasi intensif dengan berbagai partai politik untuk membentuk koalisi menyongsong Pilpres 2024. Ia mengatakan, setidaknya membutuhkan 20 persen kursi di DPR RI untuk mencalonkan bakal calon presiden pilihan NasDem, Anies Baswedan. Kini setidaknya ada dua partai yakni Demokrat dan PKS yang tengah dijajaki untuk koalisi. "Itulah kemudian kita butuh membangun koalisi. Di luar PDIP memang semua partai harus melakukan koalisi. Demokrat dan PKS insyallah, kita selalu berkomunikasi secara intensif. Sejauh ini

JAKARTA (6 Oktober): Film adalah instrumen komunikasi penyampai pesan yang paling efektif. Tidak hanya sebagai instrumen hiburan, film juga menyampaikan pesan yang dapat mempengaruhi way of life (jalan hidup) dan way of thinking (jalan pikiran). "Kalau dalam perspektif politik atau dalam perspektif strukturalis, film selalu mengirim sebuah narasi yang kemudian dikatakan sebagai soft power approch atau bisa dikatakan instrumen hegemoni," kata Wakil Ketua Fraksi Partai NasDem DPR, Willy Aditya dalam diskusi yang diselenggarakan DPP Partai NasDem dengan tema 'Apresiasi Film Patriotik Nasional', secara daring, Rabu

JAKARTA (5 Oktober): Ketua Teritorial Pemenangan Pemilu Sumatra 2 (Sumbar, Kepri, Riau, Bengkulu) DPP Partai NasDem, Willy Aditya membeberkan pertimbangan Partai NasDem mendeklarasikan Anies Baswedan sebagai calon presiden pada Pemilu 2024. Yang pertama, menurut Willy, ini adalah keputusan Rakernas Partai NasDem yang mengharuskan pengumuman capres tiga bulan setelah gelaran Rakernas selesai. "Keputusan Rakernas itu sudah disampaikan Pak Surya Paloh dalam pidato penutupan. Bahwa, tiga bulan sejak diumumkan (Rakernas), akan deklarasi capres. Jadi, deklarasi ini tidak terlepas dari Rakernas," ujar Willy dalam keterangannya, Rabu (5/10). Pertimbangan selanjutnya, ialah

JAKARTA (5 Oktober): Wakil Ketua Fraksi Partai NasDem DPR RI, Willy Aditya mengingatkan seluruh pihak untuk melihat sesuatu sesuai dengan konteks. Willy menyampaikan itu menanggapi video Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan yang viral di media sosial. Dalam video, tampak Anies menyatakan tidak akan maju sebagai calon presiden dan 'menikung' Prabowo Subianto, apalagi menjadi poros ketiga. Video tersebut muncul setelah Partai NasDem mendeklarasikan Anies Baswedan sebagai Calon Presiden 2024. "Kita harus mendedahkan sebuah persoalan sebagaimana mestinya. Jangan gebyah uyah seolah segala sesuatu tidak ada ruang dan waktunya,

JAKARTA (4 Oktober): Wakil Ketua Fraksi Partai NasDem DPR RI, Eva Yuliana menyatakan keprihatinan dan meminta pemerintah bergerak cepat mengusut tuntas akar tragedi di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur, pada Sabtu (1/10) malam. Berdasarkan data resmi pemerintah, korban meninggal dalam tragedi tersebut sebanyak 125 orang terdiri dari 123 penonton dan dua anggota polisi. “Saya meminta kepada tim investigasi yang dibentuk pemerintah segera melakukan investigasi dan penyelidikan secara menyeluruh, cepat dan bisa diumumkan kepada publik,” ujar Eva dalam keterangan tertulisnya, Selasa (4/10).  Menurut Legislator NasDem itu, tragedi yang