a

Ratih Megasari Singkarru Tag

JAKARTA (28 September): Anggota Komisi X DPR RI dari Fraksi Partai NasDem, Ratih Megasari Singkarru mengatakan, penolakan masyarakat terhadap RUU Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas) harus menjadi momentum bagi pemerintah untuk introspeksi dalam rangka memperbaiki tata kelola pendidikan. "Tekanan publik untuk menunda pembahasan RUU Sisdiknas sangat besar. Penolakan elemen masyarakat terhadap RUU ini harus dijadikan momentum. Patut disyukuri karena ini bukti kepedulian masyarakat terhadap pendidikan," ujar Ratih dalam Forum Diskusi Denpasar 12 dengan tema 'Kesetaraan dan Inklusi RUU Sisdiknas' , secara daring, Rabu (28/9). Ratih mengatakan, penolakan

JAKARTA (27 September): Anggota Komisi X DPR RI dari Fraksi Partai NasDem, Ratih Megasari Singkarru meminta Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbud-Ristek) bergerak cepat menanggapi keluhan terkait tunggakan gaji guru honorer dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di daerah, yang bahkan hingga sembilan bulan. “Terkait PPPK, kami juga ingin Kemendikbud- Ristek bergerak cepat dalam proses pengangkatan guru honorer. Karena masih banyak sekali keluhan, mungkin bukan hanya di dapil saya, tapi seluruh Indonesia,” ujar Ratih dalam Rapat Kerja Komisi X DPR dengan Mendikbud-Ristek, Nadiem

JAKARTA (15 September): Anggota Komisi X DPR RI dari Fraksi Partai NasDem, Ratih Megasari Singkarru mengatakan Prasasti Pucangan merupakan bagian dari sejarah Nusantara yang bernilai tinggi. Repatriasi prasasti itu dari India harus segera direalisasikan. "Benda-benda sejarah, terlebih yang berisi dokumentasi terkait peradaban Bangsa Indonesia, tidak terlepas dari identitas bangsa kita. Karena itu keberadaannya di luar Negara Indonesia memiliki urgensi untuk dibawa pulang ke Indonesia," ujar Ratih dalam Forum Diskusi Denpasar 12 bertajuk 'Repatriasi Prasasti Pucangan dari India', secara daring, Rabu (14/9). Menurut Ratih, Prasasti Pucangan merupakan

JAKARTA (9 September): Fraksi Partai NasDem Komisi X DPR RI meminta agar Mendikbud Ristek Nadiem Makarim mengkaji lebih dalam terobosan yang menghapus tes mata pelajaran (Mapel) dalam seleksi masuk perguruan tinggi negeri, meski kebijakan tersebut tidak terlalu buruk. "Menurut saya itu terobosan yang tidak jelek. Tapi mungkin banyak yang perlu diperhatikan dan dievaluasi terlebih dahulu," ujar Kepala Kelompok Komisi X Fraksi Partai NasDem DPR RI, Ratih Megasari Singkarru saat Rapat Kerja Komisi X DPR RI dengan Mendikbud Ristek, Nadiem Makarim di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta,

JAKARTA (7 September): Fraksi Partai NasDem DPR RI menerima Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia (Himpaudi) di ruang rapat Fraksi Partai NasDem DPR, kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (5/9). Himpaudi diterima anggota Fraksi Partai NasDem DPR, Taufik Basari yang juga anggota Badan Legislasi (Baleg) DPR RI serta Ratih Megasari Singkarru, Kapoksi Fraksi NasDem Komisi X DPR RI. Dalam diskusi yang berlangsung hangat, Taufik Basari mengungkapkan, Fraksi Partai NasDem DPR memberikan perhatian khusus pada RUU Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas). Oleh karenanya, Fraksi Partai NasDem

JAKARTA (2 September): Anggota Komisi X DPR RI dari Fraksi Partai NasDem, Ratih Megasari Singkarru mendukung dan menyambut baik naturalisasi dua atlet sepak bola, Jordi Amat Maas dan Sandy Henny Walsh. Naturalisasi kedua atlet itu sudah ditunggu masyarakat, agar dapat segera bergabung dengan Tim Nasional Indonesia. Di sisi lain, Ratih juga mendorong Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) dan PSSI melakukan pembinaan atlet muda sehingga dapat mencetak atlet-atlet berprestasi. “Kami dari Fraksi Partai NasDem DPR mendukung terjadinya proses naturalisasi terhadap Mas. Kita memanggilnya Mas sekarang ya, Mas

JAKARTA (24 Agustus): Kepala Kelompok Fraksi (Kapoksi) Partai NasDem Komisi X DPR RI, Ratih Megasari Singkarru mengajak masyarakat untuk ikut andil dalam konservasi destinasi wisata Candi Borobudur dan Taman Nasional Komodo. Kedua destinasi wisata tersebut memiliki urgensi untuk konservasi, sehingga muncul usulan kenaikan tarif masuk. Ratih mengatakan masyarakat juga perlu mengerti alasan kenaikan tarif tiket. Kehebohan masyarakat atas kenaikan tarif tersebut merupakan dampak dari komunikasi yang belum masif disosialisasikan. “Jadi kenapa harga bisa naik, tarif entrance fee (tiket masuk) bisa naik, karena sebenarnya dari awal ditujukan

JAKARTA (10 Juni): Fraksi Partai NasDem DPR RI mendukung Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) Tahun 2023, dengan catatan seluruh program harus bersentuhan langsung dengan masyarakat Hal itu ditegaskan Kepala Kelompok Fraksi (Kapoksi) Partai NasDem Komisi X DPR RI, Ratih Megasari Singkarru dalam Rapat Kerja Komisi X DPR RI dengan Mendikbud Ristek, Nadiem Makarim, beserta jajaran, di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (10/6). "Fraksi NasDem mendukung seluruh wacana yang akan dilaksanakan pada Tahun 2023. Namun dengan catatan, yang sudah

JAKARTA (3 Juni): Anggota Komisi X DPR RI, Ratih Megasari Singkarru bersyukur atas peningkatan anggaran Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbud-Ristek) pada APBN 2023. Anggaran Kemendikbud Ristek pada 2023 sebesar Rp80,157 triliun, sedangkan pada 2022 senilai Rp73,082 triliun. Legislator NasDem ini berpendapat, meskipun mengalami kenaikan, jumlah tersebut belum cukup untuk sejumlah program. Seperti untuk program peningkatan kualitas pengajaran, pembelajaran, serta program pendidikan dan pelatihan vokasi. Ratih pun mendorong Kemendikbud-Ristek memperjuangkan penambahan anggaran. “Saya rasa beberapa kegiatan yang merupakan terusan dari kegiatan tahun-tahun sebelumnya yang apabila

JAKARTA (21 April): Anggota Komisi X DPR RI dari Fraksi Partai NasDem, Ratih Megasari Singkarru menilai para perempuan khususnya ibu mempunyai peran krusial di keluarga. Terlebih pada dua tahun masa pandemi Covid-19 yang mengharuskan anak mengikuti pembelajaran jarak jauh. “Salah satunya terkait masalah pendidikan. Hampir dua setengah tahun ini pendidikan diterpa Covid-19. Perempuan khususnya ibu tentunya memiliki peran yang sangat sentral di keluarga. Mendadak para ibu harus berperan selain sebagai ibu, juga harus menjadi seorang guru di rumah mengajarkan anak-anaknya,” ujar Ratih di program Selamat