a

Eva Yuliana Tag

SUKOHARJO (2 November): Anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi Partai NasDem, Eva Yuliana mengapresiasi jajaran Polda Jateng dan Polda Lampung yang berhasil membongkar komplotan pencetak dan pengedar uang palsu di Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah (Jateng). "Saya mengapresiasi dan berharap kasusnya bisa dituntaskan," ujar Eva di Kantor Polres Sukoharjo, Selasa (1/11). Selain di Jawa Tengah, uang palsu tersebut juga beredar di Lampung dan tengah diselidik Polda Lampung. Baca juga: Eva Yuliana Minta Polda-BNNP Kaltim Bersinergi Berantas Narkoba Menurut Eva, peredaran uang palsu akan berakibat buruk pada perputaran

JAKARTA (14 Oktober): Wakil Ketua Fraksi Partai NasDem DPR RI, Eva Yuliana menyatakan, berbagai pengungkapan kasus di internal Polri membuktikan komitmen Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo untuk bersih-bersih Korps Bhayangkara. Eva Yuliana menyampaikan itu menanggapi penangkapan Kapolda Sumatera Barat (Sumbar) Irjen Teddy Minahasa yang diduga terkait kasus narkotika. Kabar penangkapan bakal Kapolda Jawa Timur pengganti Irjen Nico Afinta tersebut diungkap Kapolri seusai pengarahan Presiden Jokowi kepada Kapolri, Kapolda, dan Kapolres se-Indonesia di Istana Negara, Jakarta, Jumat (14/10). “Kita apresiasi dan mendukung semangat Bapak Kapolri untuk mengantarkan

SAMARINDA (11 Oktober): Anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi Partai NasDem, Eva Yuliana meminta Polda Kalimantan Timur (Kaltim) dan Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kaltim meningkatkan sinergi memberantas jaringan narkoba yang angkanya masih tinggi di Kaltim. "Kaltim itu kan daerah perlintasan yang sangat memungkinkan jaringan narkoba masuk. Untuk itu, pengawasan yang dilakukan Polda dan BNNP perlu terus diperkuat," kata Eva dalam rapat antara Komisi III DPR RI dengan jajaran Polda Kaltim dan BNNP Kaltim, di Samarinda, Kamis (6/10). Legislator NasDem dari Dapil Jawa Tengah V

JAKARTA (4 Oktober): Wakil Ketua Fraksi Partai NasDem DPR RI, Eva Yuliana menyatakan keprihatinan dan meminta pemerintah bergerak cepat mengusut tuntas akar tragedi di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur, pada Sabtu (1/10) malam. Berdasarkan data resmi pemerintah, korban meninggal dalam tragedi tersebut sebanyak 125 orang terdiri dari 123 penonton dan dua anggota polisi. “Saya meminta kepada tim investigasi yang dibentuk pemerintah segera melakukan investigasi dan penyelidikan secara menyeluruh, cepat dan bisa diumumkan kepada publik,” ujar Eva dalam keterangan tertulisnya, Selasa (4/10).  Menurut Legislator NasDem itu, tragedi yang

JAKARTA (26 September): Anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi Partai NasDem, Eva Yuliana meminta lembaga pengadilan dan para hakim untuk mengevaluasi diri. Publik berharap para hakim bisa memberikan jawaban atas kebutuhan akan keadilan. Eva mengemukakan itu menanggapi keputusan KPK yang menetapkan Hakim Mahkamah Agung (MA), Sudrajad Dimyati sebagai tersangka kasus dugaan suap pengurusan perkara di MA. Sudrajad diduga menerima suap agar mengondisikan putusan kasasi laporan pidana dan gugatan perdata terkait aktivitas dari koperasi simpan pinjam Intidana di Semarang, Jawa Tengah. "Ini tentu menjadi catatan besar

JAMBI (15 Agustus): Anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi Partai NasDem, Eva Yuliana mengatakan letak geografis Jambi yang berada di sentral Pulau Sumatra, kerap dimanfaatkan pengedar narkoba menjadi daerah lintasan untuk pengedaran narkoba. Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jambi mengungkap, terdapat enam jalur rawan penyelundupan narkoba yang tersebar di seluruh wilayah Provinsi Jambi, baik melalui jalur darat maupun laut. Salah satu terobosan BNNP Jambi yang menjadi perhatian Eva adalah dikembangkannya rehabilitasi berbasis masyarakat sebagai bagian dari pencegahan penyalahgunaan narkoba. ”Ketika berdiskusi dengan BNNP, ini cukup menarik

JAKARTA (10 Agustus): Anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi Partai NasDem, Eva Yuliana mengapresiasi Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dalam penanganan kasus pembunuhan Brigadir J. Menurutnya, kasus tersebut ditangani secara tegas, objektif dan tanpa pandang bulu. "Terima kasih kami sampaikan kepada Kapolri yang mampu menjaga marwah Polri dalam penyidikan kasus ini. Seorang pucuk pimpinan Polri mau turun dan mengawal langsung kasus ini, sehingga timsus yang dibentuk pun bekerja cepat dan tegas," ujar Eva dalam keterangan tertulisnya, Rabu (10/8). Legislator NasDem itu menambahkan, beberapa langkah yang

JAKARTA (7 Juli): Anggota Panitia Kerja (Panja) RUU Narkotika, Eva Yuliana menegaskan, pembahasan revisi UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika akan dilakukan dengan cermat dan hati-hati guna meminimalkan penyalahgunaan fungsi ganja medis. "Meski ingin cepat selesai, kita tidak ingin ceroboh dalam membahas RUU Narkotika. Kita bahas dengan asas kecermatan, kehati-hatian, tanpa perlu terburu-buru," ungkap Eva, Rabu (6/7). Eva menjelaskan Panja RUU Narkotika saat ini tengah menerima berbagai masukan dari masyarakat dan para ahli terkait dengan legalisasi ganja medis. "Masukan-masukan diberikan dalam berbagai kegiatan focus group discussion

JAKARTA (30 Juni): Kepala Kelompok Fraksi (Kapoksi) Partai NasDem Komisi III DPR RI, Eva Yuliana menyoroti rekam jejak para calon Hakim Agung dan Hakim Ad hoc Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Mahkamah Agung (MA), saat uji kelayakan dan kepatutan di Komisi III DPR RI, Rabu (29/6). "Lebih fokus pada rekam jejak. Menurut saya demikian, karena rekam jejak itu tidak bisa bohong," ujar Eva di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (29/6). Ia menegaskan, ada beberapa kriteria yang bisa menjadi patokan untuk melihat kelayakan calon Hakim Agung. Di antaranya,

YOGYAKARYA (5 April): Anggota Komisi III DPR RI, Eva Yuliana mengutuk tindak kekerasan oleh geng motor di Yogyakarta yang melukai dan menyebabkan Daffa Adzin Albasith, 18 tahun, meninggal dunia. Korban adalah putra anggota DPRD Kebumen, Jawa Tengah, Madkhan Anis. Eva meminta Polda DIY segera mengungkap kekerasan geng motor yang menewaskan  siswa kelas XI IPS 3, SMA Muhammadiyah 2 Yogyakarta tersebut. Korban dibacok orang tak dikenal di Gedongkuning, Rejowinangun, Kotagede, Yogyakarta, Minggu (3/4) dini hari. "Saya mengutuk aksi keji yang menyebabkan Daffa meninggal dunia. Semoga ananda Daffa