a

Anggota MPR Tag

JAKARTA (26 Oktober): Kesuksesan jalannya pemilu membutuhkan partisipasi aktif semua pihak. Jujur dan adil mudah diucapkan tapi sulit dipraktikkan. "Kata jujur dan adil itu sangat mudah diucapkan, tetapi praktiknya sangat tidak mudah, karena membutuhkan kerja sama yang baik dari semua pihak," ungkap anggota MPR RI dari Fraksi Partai NasDem, Aminurokhman saat menjadi pembicara pada seminar Fraksi Partai NasDem MPR RI bertajuk Merawat Pemilu dalam Dimensi Restoratif di Kemang, Jakarta, Selasa (25/10). Baca juga: Surya Paloh: Sirkulasi Kekuasaan Harus Lahir dari Pemilu Berkualitas Acara yang dihelat Fraksi Partai

WONOSARI (23 September): Anggota MPR RI dari Fraksi Partai NasDem, Subardi mengajak seluruh anak bangsa agar memahami ajaran Empat Pilar Kebangsaan, sebagai bekal menuju Pemilu 2024. Nilai-nilai Empat Pilar Kebangsaan yakni Pancasila, UUD Tahun 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika adalah pemandu demokrasi di Indonesia. "Empat Pilar Kebangsaan adalah pemandu demokrasi agar ruang publik sehat dan terdidik. Panduan dari Empat Pilar akan memperbaiki kualitas demokrasi, terutama saat ini memasuki tahun politik," kata Subardi saat melakukan Sosialisasi Empat Pilar di Balai Kelurahan Pacarejo, Kapanewon Semanu, Wonosari,

NANGA PINOH (8 Agustus): Anggota MPR RI dari Fraksi Partai NasDem, Yessy Melania, menggelar Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan MPR RI untuk kader perempuan Garnita Malahayati NasDem Melawi, Kabupaten Melawi, Kalimantan Barat, di Nanga Pinoh, Melawi Kamis (4/8). Sedikitnya ada 80 orang perempuan yang mewakili 12 kecamatan yang ada di Melawi menghadiri acara tersebut. Dalam paparannya, Yessy menegaskan, 4 Pilar Kebangsaan MPR penting untuk terus disosialisasikan di tengah masyarakat, khususnya kaum perempuan sebagai ibu sekaligus guru pertama di dalam keluarga dan generasi muda. "Perempuan memiliki peran strategis dalam

PONOROGO (5 Agustus): Anggota MPR RI dari Fraksi Partai NasDem, Sri Wahyuni mengingatkan agar empat konsensus kebangsaan terus disampaikan agar masyarakat Indonesia tidak kehilangan sejarah. "Kewajiban konsep kebangsaan harus tetap dijaga, karena Indonesia berdiri ditopang oleh aneka suku, ras, agama, bahasa. Empat pilar ini harus disampaikan agar kita tidak kehilangan sejarah," ujar Sri Wahyuni saat melakukan sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan MPR RI (Pancasila, NKRI, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika) di Desa Gelar Lor Kecamatan Sukorejo, Ponorogo, Jawa Timur, Rabu (3/8). Sosialisasi itu merupakan salah satu upaya

SLEMAN (28 Juli): Politik kebangsaan merupakan sikap moderatisme di tengah perbedaan pandangan maupun gerakan politik. Sikap jalan tengah ini akan terus didorong anggota MPR RI Subardi menyongsong Pemilu 2024. "Menjelang 2024 akan muncul perbedaan dan gesekan. Maka kita perlu politik kebangsaan agar perbedaan itu menjadi energi positif. Kita ingin kontestasi politik berjalan sehat," kata Subardi saat menggelar Sosialisasi 4 Pilar Bangsa di kawasan Seturan, Sleman, DIY, Kamis, (28/7). Subardi menyampaikan, sikap politik kebangsaan disuarakan Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh saat pengukuhan gelar Doktor Honoris Causa

SLEMAN (31 Mei): Anggota MPR RI, Subardi, berharap pasangan Capres-Cawapres pada Pemilu 2024 mampu menyatukan kekuatan antar-elemen bangsa. Saat ini masih banyak kelompok masyarakat yang saling bertentangan karena perbedaan sikap politik. “Pasangan capres-cawapres idealnya adalah sosok yang mampu menyatukan kelompok-kelompok yang selama ini berbeda sikap politik. Ini semangat saya sebagaimana sila ketiga Pancasila,” kata Subardi saat menggelar Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan, di kawasan Seturan, Sleman, DIY, Senin, (30/5). Menurut anggota Fraksi Partai NasDem MPR itu, kriteria tersebut sangat dibutuhkan agar tidak terjadi disintegrasi sosial pasca-pemilu. Ketua

LARANTUKA (27 Mei): Indonesia sebagai bangsa majemuk masih perlu penguatan dalam penghayatan dan pengamalan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila. Hal itu harus terus dilakukan mengingat masih munculnya pemahaman yang keliru dan sempit. Anggota MPR RI dari Fraksi Partai NasDem, Mohamad Haerul Amri saat melakukan sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan di Desa Niha One, Kecamatan Ile Boleng, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), Rabu (25/5). Dalam sosialisasi bertajuk Pemuda Menjawab Nilai Bhinneka Tunggal Ika kepada Masyarakat itu, Haerul Amri mengingatkan agar masyarakat memahami lebih dalam mengenai nilai-nilai

BANGIL (25 April): Anggota MPR RI dari Fraksi Partai NasDem, Mohammad Haerul Amri menegaskan pentingnya menjaga kedaulatan negara Republik Indonesia. Masyarakat harus ikut andil menjaga keutuhan negara dengan menjunjung tinggi empat pilar kebangsaan (Pancasila, UUD 1945, NKRI, Bhineka Tunggal Ika). "Dalam upaya menjaga kedaulatan Republik Indonesia, salah satunya dengan menginternalisasikan nilai-nilai empat pilar kebangsaan. Ini sebagai bentuk kita cinta Tanah Air Indonesia," ujar Aam,sapaan akrab Haerul Amri, saat sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan, di Pondok Pesantren Ar-Riyadh, Bangil, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, Jumat (22/4). Legislator NasDem dari

WONOSARI (30 Maret): Anggota MPR RI dari Fraksi Partai NasDem, Subardi menegaskan hak atas pangan merupakan bagian dari hak asasi manusia (HAM) yang wajib dipenuhi negara. Pemenuhan hak atas pangan bukan sekadar kewajiban negara atas ketersediaan pasokan, melainkan kontrol negara atas harga yang terjangkau. “Kewajiban negara adalah mengendalikan serta menjamin ketersediaan bahan pangan dengan mutu yang baik dan harga terjangkau,” kata Subardi saat sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan di Gunung Kanun, Padukuhan Gelung, Kalurahan Gari, Kapanewon Wonosari, Gunungkidul, Selasa (29/3) malam. Penegasan hak atas pangan merupakan amanat