a

Ahmad sahroni Tag

JAKARTA (6 Desember): Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Ahmad Sahroni mendukung langkah Polri menangkap sejumlah orang yang terlibat aksi gangster di Surabaya, Jawa Timur. "Fenomena gangster terutama yang belakangan terjadi di Surabaya sudah sangat meresahkan," kata Sahroni melalui keterangannya, Senin (5/12). Legislator NasDem itu meminta Korps Bhayangkara rutin melakukan penyisiran. Hal itu perlu dilakukan untuk mengetahui potensi munculnya gangster di tengah masyarakat. Ia menambahkan, tugas itu tentunya tidak bisa hanya dilakukan kepolisian. Masyarakat diminta ikut berpartisipasi memberantas gangster. "Kedua elemen tersebut harus bersinergi untuk memerangi apa pun

JAKARTA (1 Desember): Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Ahmad Sahroni mendorong lembaga pemasyarakatan (Lapas) untuk menyediakan fasilitas air layak minum bagi warga binaan. Air minum merupakan kebutuhan dasar yang harus dipenuhi. "Warga binaan merupakan manusia yang kebutuhannya mesti diperhatikan. Air merupakan kebutuhan dasar kita sebagai manusia," kata Sahroni dalam keterangannya, Rabu (30/11). Bendahara Fraksi Partai NasDem DPR itu menegaskan, penyediaan air layak minum merupakan hal yang wajib dipenuhi. Jika tidak, Lapas Indonesia bakal mendapat citra negatif. "Karena saya rasa, Lapas akan menjadi tempat yang tidak manusiawi

JAKARTA (23 November): Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Ahmad Sahroni mendukung inovasi Polri yang akan membuka layanan pengaduan menggunakan aplikasi pesan WhatsApp. Legislator NasDem itu berharap program tersebut bisa dijalankan dengan maksimal dan tidak hanya sebatas formalitas. "Semoga saja Whatsapp masyarakat tidak di-read (dibaca) doang. Jangan sampai kita temui aduan-aduan masyarakat bahwa Polri masih lambat merespon atau semacamnya," kata Sahroni dalam keterangannya, Selasa (22/11) Baca juga: Sahroni Minta Rekrutmen Anggota Polri Terbuka, Adil Legislator NasDem itu menegaskan, Polri sebagai institusi pengayom dan pelindung masyarakat harus menghadirkan pendekatan-pendekatan

JAKARTA (22 November): Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni menegaskan penyelesaian kasus tanpa proses hukum atau restorative justice dinilai membantu negara. Pernyataan Sahroni tersebut menanggapi langkah Jaksa Agung ST Burhanuddin yang mengedepankan restorative justice dalam sejumlah kasus. "Tentu ini tidak sebatas penghematan anggaran dan pengurangan napi, tapi karena memang (restorative justice) memberikan dampak maksimal,” ungkap Ahmad Sahroni dalam keterangannya, Senin (21/11). Sahroni juga menyebut dampak maksimal bisa dirasakan para korban. Upaya tersebut dinilai bisa memaksimalkan pemulihan kerugian korban terhadap kasus yang dihadapi. "Sehingga keadilan yang

JAKARTA (17 November): Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Ahmad Sahroni mendukung upaya Kejaksaan Agung (Kejagung) mengusut kasus Gagal Ginjal Akut Progresif Atipikal (GGAPA) pada anak. Kejagung harus bergerak cepat memeriksa pihak yang bertanggung jawab dalam kasus tersebut. "Mohon dipercepat prosesnya agar kita memiliki kepastian hukum terkait pihak-pihak yang harus bertanggung jawab," kata Sahroni melalui keterangan tertulis, Kamis (17/11). Legislator NasDem itu berharap, tuntutan yang dikeluarkan nanti tidak hanya fokus pada sanksi pidana bagi pelaku. Diharapkan, juga ada tuntutan berupa bentuk pertanggungjawaban korporasi kepada korban. "Saya harap

JAKARTA (15 November): Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Ahmad Sahroni meminta proses penerimaan calon anggota Polri dilakukan secara terbuka dan adil. Polemik calon polisi wanita (Polwan), Sulastri Irwan yang digugurkan Polda Maluku Utara meski sudah lolos seleksi tidak boleh terulang. Legislator NasDem itu meminta Polri menyikapi serius kasus tersebut. Hal itu dapat memengaruhi citra Korps Bhayangkara. Bahkan, Sahroni meminta Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo tidak segan memberikan sanksi tegas kepada anggotanya yang 'bermain' pada proses rekrutmen. "Ke depannya agar hal serupa tidak terjadi lagi. Saya

JAKARTA (11 November): Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai NasDem menggelar puncak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-11 bersama ratusan Pelaku Usaha mikro kecil menengah (UMKM) di acara NasDem UMKM Trade Show (NUTS) di kawasan JCC, Jakarta Pusat, Jumat (11/11). Acara tersebut diikut sedikitnya 300 booth dari berbagai wilayah di Indonesia seperti Banten, DKI Jakarta, Jawa Timur, Jawa Barat, Jawa Tengah, hingga NTT. Booth tersebut menjajakan beragam kerajinan tangan hingga kuliner tanah air. Ketua Panitia pelaksana NUTS, Ahmad Sahroni mengatakan NasDem ingin merayakan ultahnya dengan hadir secara

JAKARTA (10 November): Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Ahmad Sahroni mendukung segala upaya Polri untuk memperbaiki internal sekaligus citra institusi di mata masyarakat. Tidak ada kompromi bagi personel kepolisian yang melakukan kesalahan berat. "Sudah tidak ada ruang dan waktu untuk mengurus mereka yang hanya ingin melanggar. Kalau perlu, langsung PTDH (Pemberhentian Tidak Dengan Hormat) saja, no kompromi," kata Sahroni melalui keterangan tertulis, Rabu (9/11). Baca juga: Sahroni Minta Aparat Profesional Berantas Mafia Pertambangan Legislator NasDem itu menegaskan, tidak ada waktu bagi Polri untuk mengurusi anggotanya yang

JAKARTA (8 November): Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Ahmad Sahroni mendukung upaya Menko Polhukam, Mahfud MD memberantas mafia pertambangan. Aparat penegak hukum harus mendukung upaya tersebut dan bekerja secara profesional. "Saya harap para penegak hukum tetap profesional dan tidak terpengaruh oleh tekanan-tekanan yang ada," kata Sahroni melalui keterangan tertulis, Senin (7/11). Baca juga: Sahroni Minta Kejagung Usut Tuntas Dugaan Korupsi Garam Industri Legislator NasDem itu menegaskan, profesionalitas para penegak hukum perlu menjadi perhatian. Sebab, proses pengungkapan mafia pertambangan akan sangat rawan intervensi. "Oleh karena itu, dalam proses

JAKARTA (4 November): Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Ahmad Sahroni mendukung pengungkapan kasus dugaan korupsi impor garam industri pada 2016-2022. Ia meminta Kejaksaan Agung (Kejagung) menuntaskan pengusutan praktik rasuah tersebut. "Jadi tuntaskan sekalian saja semuanya. Saya optimistis Kejaksaan Agung bisa,” kata Sahroni melalui keterangan tertulis, Kamis (3/11). Bendahara Fraksi Partai NasDem DPR RI itu mengapresiasi penetapan empat tersangka di kasus itu. Ia pun meminta pengusutan tidak berhenti hanya pada empat tersangka tersebut. "Sebab dalam mengungkap modus operandi semacam ini, biasanya masih ada kemungkinan untuk penetapan tersangka-tersangka