a

Opini

Oleh Willy Aditya Wakil Ketua Baleg DPR RI Fraksi NasDem Ketua DPP Partai NasDem   ‘MARI kita bergembira, sukaria bersama. Hilangkan sedih dan duka, mari nyanyi bersama. Lenyapkan duka lara, bergembira semua’. Kutipan di atas merupakan bagian dari syair lagu berjudul Mari Bersuka Ria karya Bung Karno. Mungkin inilah satu-satunya lagu yang ditulis Presiden ke-1 Republik Indonesia ini. Sengaja lagu itu saya pilih sebagai upaya menumbuhkan hasrat kepada kita semua untuk bergembira dan menumbuhkan harapan bagi seluruh rakyat di ruang kehidupan apa pun, termasuk politik. Persoalan bangsa saat ini Saat

Oleh:  Ayep Zaki Pegiat Pertanian / Ketua Dewan Pakar NasDem Kabupaten Sukabumi   INVASI Rusia ke Ukraina yang diawali pada 24 Februari 2022 pelan tapi pasti sudah memberikan dampak serius. Bukan cuma Ukraina yang menderita, tapi di tingkat global juga sudah mulai merasakannya. Seruan berbagai negara untuk menghentikan peperangan pun seperti angin lalu. Bisa dikatakan dampak perang antara Rusia dan Ukraina ini sangat mempengaruhi pasokan global 3F, yaitu food, fertilizer, dan fuel. Terkait dengan Indonesia, tak bisa dipungkiri dampak yang hadir di negeri ini ialah masalah yang

Oleh: Andreas Ambesa Tenaga Ahli Wakil Ketua DPR RI/Korinbang   Sejak pandemi Covid-19 melanda seluruh dunia 2020 termasuk Indonesia, telah terjadi suatu perubahan besar bagi kehidupan manusia di abad modern ini, yaitu memasuki era peradaban baru. Perubahan itu terjadi di berbagai segi kehidupan mulai dari budaya, teknologi dan juga ekonomi. Walaupun kondisi mulai membaik, tapi belum menjadi jaminan virus corona benar-benar lenyap dari muka bumi. Contohnya di beberapa negara seperti Amerika Serikat, Eropa, Australia dan terakhir Tiongkok. Di Indonesia sendiri telah terjadi proses masuknya peradaban baru dimulai

Oleh : Yusadar Waruwu Alumni Lulusan Akademi Bela Negara (ABN) Angkatan 1   Damai adalah suatu kondisi harmoni tanpa pertentangan atau konflik, baik itu konflik secara verbal maupun non-verbal yang biasanya terjadi antara individu atau kelompok dalam lingkungan sosial masyarakat. Konflik verbal meliputi pertentangan secara fisik antara individu dengan individu atau kelompok sementara konflik non-verbal merupakan situasi yang tidak selaras pada aspek berpikir atau pertentangan gagasan yang pada akhirnya hanya akan menumbuhkan gap sebagai pemisah di antara individu atau kelompok itu sendiri.  Menurut Paolo Friere, damai adalah

Oleh : Andreas Ambesa Tenaga Ahli Wakil Ketua DPR RI/Korinbang   Produk halal kini semakin mendapat tempat di berbagai belahan dunia. Bukan saja di negara yang mayoritas memeluk agama Islam namun juga non - Muslim. Sebagai contoh: Amerika Serikat, Eropa, Jepang, Korea Selatan, dan lain-lain. Jika kita berbicara tentang produk halal itu sendiri artinya produk yang termaktub dalam Industri halal dimana bukan hanya melulu mengenai pada makanan dan minuman, tetapi juga kita berbicara sektor pariwisata, kosmetika, keuangan, dan fesyen. Inilah menjadi kepedulian Wakil Ketua DPR RI - Koordinator Industri

Oleh: Martin Manurung -Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Fraksi Partai NasDem, -Alumnus FEUI dan School of Development Studies University of East Anglia, Inggris   PANDEMI covid-19 yang melanda dunia pada akhir 2019 dan awal 2020 di Indonesia seketika membuat perekonomian lesu. Pergerakan dan perkumpulan manusia dibatasi yang berakibat pada sulitnya pabrik-pabrik beroperasi, transportasi dan distribusi terkendala, serta kerumunan di pasar pun dibatasi. Walaupun perdagangan masih terjadi via elektronik, volumenya belum bisa menyamai perdagangan secara konvensional. Akibat berbagai pembatasan tersebut, pendapatan masyarakat menurun. Dampak yang paling terasa ialah pada

Oleh Willy Aditya Wakil Ketua Badan Legislasi DPR RI Wakil Ketua Fraksi Partai NasDem DPR RI   “TO do politics is to always expand the frontiers of the possible. To make culture is to always fight in the frontiers of the impossible.” (Jorge Furtado, sutradara film dan jurnalis Brasil). Mengelola negara berarti melakukan dua hal sekaligus, yaitu berpolitik dan membangun budaya baru. Berpolitik tentu harus dipahami secara lebih dalam, tidak hanya mendapatkan kekuasaan, tetapi juga sebagai sebuah kemampuan mengelola kekuasaan. Hampir setiap orang berfokus pada yang pertama tanpa pernah mencoba

Oleh Willy Aditya Wakil Ketua Fraksi Partai NasDem DPR RI   But we also believe in something called citizenship, a word at the very heart of our founding, a word at the very essence of our democracy,  the idea that this country only works when we accept certain obligations to one another and to future generations.   KUTIPAN di atas adalah bagian dari pidato Barack Obama dalam konvensi calon presiden Amerika Serikat dari Partai Demokrat 6 September 2012. Pidato itu memberi gambaran tentang tanggung jawab warga negara untuk membuat pilihan atas terbangunnya pemerintahan yang

Catatan Lestari Moerdijat Wakil Ketua MPR RI KITA tiba di penghujung tahun. Panta rhei kai uden menei (semua mengalir, tidak ada sesuatupun yang tinggal tetap). Tahun 2021 kita alami ragam pengalaman. Ada yang tersimpan sebagai penyemangat, ada pula yang jadi pembelajaran. Akhir tahun menjadi momen untuk merefleksi diri, sebagai individu dan bangsa Indonesia. Menjadi pribadi maupun bangsa yang terus membarui diri, sikap ugahari (sederhana dan bersahaja) menjadi titik berangkat. Keugaharian menjadi prasyarat mengetahui diri sendiri, mampu memeriksa diri terkait apa yang diketahui dan yang tidak diketahui. Mampu menyelami

Oleh : Atang Irawan Ketua Bidang Hubungan Legislatif DPP Partai NasDem Kekerasan dalam bentuk apa pun dan dilakukan siapa pun ialah pengingkaran terhadap nilai-nilai kemanusiaan yang harus segera dihapuskan. Negara memiliki tanggung jawab untuk segera merespons dengan kebijakan, dalam rangka mengantisipasi untuk menghentikan kekerasan. Negara harus sesegera mungkin mengambil kebijakan yang bersifat luar biasa (extraordinary), dalam rangka memberikan perlindungan terhadap warga negara yang sejatinya merupakan tujuan bernegara. Dalam pemikiran Socrates, ‘Tujuan negara adalah bukan semata-mata merupakan suatu keharusan yang bersifat objektif, yang asal mulanya berpangkal pada pekerti