a

Opini

Presiden Joko Widodo bersama Wakil Presiden KH Ma’ruf Amin dalam berbagai kesempatan termasuk saat kampanye akbar yang digelar pada 13 April 2019 di Gelora Bung Karno (GBK) Jakarta, menekankan pentingnya memajukan Sumber Daya Manusia (SDM) dalam upaya mewujudkan Indonesia yang hebat. Maka di periode kepemimpinannya yang kedua kini, pemerintah lebih menekankan membangun SDM, setelah di periode pertama fokus dengan pembangunan infrastruktur. SDM yang mumpuni tersebut nantinya diharapkan mampu mendorong UMKM untuk "go digital". 

Berbeda dengan pilkada sepuluh tahun terakhir yang diikuti banyak calon, kini Pilkada Gresik 2020 hanya diikuti dua pasangan calon kepala daerah, yakni Mohammad Qosim (petahana)-Asluchul Alif (QA) versus Fandi Akhmad Yani-Aminatun Habibah (NIAT). 

Banyak pihak menyebut pilkada di kota santri itu akan berlangsung seru dan sangat menarik untuk dikaji, karena pertarungan head to head bakal berjalan begitu ketat dan kompetitif.

Menariknya lagi, kedua pasangan calon itu sama-sama memiliki jaringan dan basis dukungan kuat di masyarakat, serta sama-sama memiliki kemampuan logistik memadai.

INDONESIA akan menyelenggarakan Pilkada Serentak pada 9 Desember 2020, setelah ditunda akibat bencana non-alam pandemi Covid-19. Pemerintah, DPR, dan KPU menyepakati untuk melanjutkan tahapan dan proses penyelenggaraan Pilkada serentak. Untuk merespon hal itu, pemerintah mengeluarkan Perppu Nomor 2 Tahun 2020 sebagai dasar hukum melanjutkan tahapan Pilkada itu.

BEBERAPA tahun lalu, satu kejadian yang cukup menghebohkan terjadi di jagat Twitter. Kala itu, ada seorang selebtwit mengunggah sebuah cerita sejarah para pendiri bangsa. Sebuah dialog imajiner antartokoh Soekarno, Soepomo, Yamin, Agoes Salim, dan lainnya, bicara tentang usulan dasar negara. Betapa ringan sejarah perumusan dasar negara diceritakan dalam sebuah dialog tersebut. Sidang dialogis BPUPK dalam proses lahirnya Pancasila dan UUD 1945 tersaji dengan apik di sana. 

SAYA  namakan kitab ini Sarinah sebagai tanda terima kasih saya kepada pengasuh saya ketika saya masih kanak-kanak. Pengasuh saya itu bernama Sarinah. Ia “mbok” saya… Dari dia, saya banyak mendapat pelajaran mencintai “orang kecil”. Dia sendiri pun “orang kecil”, tetapi budinya selalu besar! (Ir. Sukarno)