a

Berita Internasional

JAKARTA (18 April): Anggota Komisi I DPR RI dari Fraksi Partai NasDem, Muhammad Farhan menilai pernyataan Menteri Keuangan Amerika Serikat (AS) Janet Yellen merupakan ancaman bagi Indonesia. Namun, menurut Farhan pernyataan itu bukan sikap resmi Presiden AS Joe Biden. Menkeu AS menegaskan bahwa Rusia harus dikeluarkan dari forum ekonomi utama G20. Ia juga mengancam bahwa AS akan memboikot sejumlah pertemuan G20 jika pejabat Rusia hadir. Legislator NasDem itu mendorong Pemerintah Indonesia melakukan manuver bila enggan mengeluarkan pernyataan yang tegas. “Diam-diam bergerak di belakang AS menggalang kekuatan, sehingga

JAKARTA (2 April) : Politik kemanusiaan yang dilakukan Partai NasDem terhadap para Pekerja Migran Indonesia (PMI) di luar negeri tak perlu dipertanyakan lagi. NasDem merupakan partai yang paling terdepan dan perhatian dalam membantu para PMI yang mengalami kesulitan. Terbaru, pada Kamis(31/4), pengurus Partai NasDem di Malaysia berhasil membantu memulangkan Riwayati ke Indonesia dari Malaysia. Riwayati adalah PMI asal Desa Sukorejo, Dusun Sukoanyar, Kecamatan Tirtotudo, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Ia dipulangkan karena menderita kanker stage 4. Sebelum sakit kanker, Riwayati bekerja di salah satu warung kopi milik

SURABAYA (12 Maret) : Anggota DPRD Kabupaten Sumenep asal Partai NasDem, Akis Jasuli, masuk dalam sederet nama-nama besar yang menjadi pengurus Pemuda Asia Afrika (Asian African Youth Government/AAYG) periode 2021-2026. Akis menduduki Posisi Deputy II AAYG Countering Terorism (Bidang Deputy II tentang Pecegahan Terorisme) yang resmi dilantik di Gedung MPR RI, Senayan, Jakarta, Jumat (11/3). "Ini bagian dari jalan saya untuk berkontribusi dalam pembangunan dunia, utamanya dalam bidang pencegahan dan pengendalian terhadap terorisme, sesuai bidang yang saya jabat," kata Akis dalam keterangannya, Sabtu (12/3). Presidium KAHMI Kabupaten

JAKARTA (9 Maret): Pembukaan UUD 1945 harus menjadi pegangan bangsa Indonesia dalam menyikapi konflik Rusia-Ukraina. Konflik tersebut harus menjadi refleksi untuk terus menggali nilai kebangsaan dan menerapkannya. "Konflik Ukraina-Rusia tidak hanya menghadirkan perang bersenjata, tetapi juga perang di berbagai sektor yang berdampak pada banyak negara dunia, termasuk Indonesia," kata Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat saat membuka diskusi daring bertema Mengkaji Perkembangan Terkini Ukraina-Rusia Dalam Perspektif Kepentingan dan Keamanan Nasional yang digelar oleh Forum Diskusi Denpasar 12, Rabu (9/3). Diskusi yang dimoderatori Luthfi Assyaukanie (Tenaga Ahli

JAKARTA (8 Maret): Ketua Komisi VII DPR RI, Sugeng Suparwoto prihatin dengan konflik bersenjata antara Rusia-Ukraina. Perang tidak dibenarkan dengan alasan apapun. Selain itu, konflik tersebut juga berdampak pada naiknya harga energi di dunia. Legislator NasDem itu mengatakan, pada Senin (7/3), harga gas bumi mencapai US$775 per metrik ton. Sedangkan harga minyak dunia mencapai US$130 per barel. Hal ini membuat Pertamina menaikan harga BBM non-subsidi. "Rusia penyumbang minyak dunia terbesar di luar OPEC (Organization of the Petroleum Exporting Countries). Hampir 30 persen minyak dunia dari Rusia.

JAKARTA (3 Maret): Anggota Komisi X DPR RI dari Fraksi Partai NasDem, Mohammad Haerul Amri mengatakan, Komisi X DPR akan membahas nasib para mahasiswa Indonesia yang sedang menempuh pendidikan di Ukraina dan Rusia. “Masalahnya, perang Rusia-Ukraina ini belum jelas kapan berakhirnya. Kita tidak bisa menebak-nebak. Jadi nasib para mahasiswa ini perlu dibahas,” kata Aam, di Jakarta, Rabu (2/3). Legislator NasDem itu meminta para mahasiswa Indonesia di kedua negara itu tetap waspada dan terus berkoordinasi dengan Kedutaan Besar Indonesia. Pemerintah Indonesia juga harus terus berkoordinasi dan membangun

JAKARTA (2 Maret): Ketua Komisi VII DPR RI, Sugeng Suparwoto mengutuk keras pengerahan militer untuk menginvasi suatu negara. Hal itu bisa berdampak sangat luas bagi perdamaian dunia. “Kita mengutuk keras penggunaan kekuatan militer untuk invasi ke suatu negara, dengan alasan dan tujuan apapun,” ujar Sugeng saat menerima kunjungan Duta Besar (Dubes) Ukraina untuk Indonesia, Vasyl Hamianin, di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (2/3). Legislator NasDem itu menegaskan, invasi militer bisa menimbulkan dampak yang sangat luas, tidak hanya terhadap negara yang diserang namun juga bagi dunia. “Selain melanggar

JAKARTA (24 Februari): Anggota Komisi I DPR RI dari Fraksi Partai NasDem, Muhammad Farhan prihatin dengan ketegangan yang terjadi antara Rusia dan Ukraina. Perang fisik akan menimbulkan korban masyarakat sipil. “Saya prihatin karena ketegangan wilayah dan separatisme di Ukraina ber-eskalasi menuju perang fisik. Dalam setiap peperangan maka akan menimbulkan korban masyarakat sipil yang tidak terlibat langsung dalam konflik,” ujar Farhan dalam keterangan tertulisnya, Kamis (24/2). Selain korban dari masyarakat sipil, tambah Farhan, peperangan di era globalisasi juga akan berdampak pada ekonomi dunia secara luas. “Dalam hal ini

JAKARTA (22 Februari): Wakil Ketua DPR RI Koordinator Bidang Industri dan Pembangunan (Korinbang) Rachmad Gobel menerima Wakil Menteri Perdagangan Korea Selatan (Korsel) H.E. Mr. Yoonjung Chun dan Duta Besar Korsel untuk Indonesia, H.E. Mr. Tae-sung Park, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (21/2). Dalam pertemuan itu, mereka membahas  Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia dan Korea (Indonesia–Korea Comprehensive Economic Partnership Agreement/IK-CEPA). “Saya menyarankan dan berharap investasi kerja sama dengan Korsel ini tidak hanya di sektor padat modal, padat teknologi, dan juga jangka panjang, tetapi bagaimana juga bisa mengembangkan

JAKARTA (15 Februari): Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI bertemu dengan Duta Besar Turki untuk Indonesia, Aşkın Asan, di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (14/2). Ketua Grup Kerja Sama Bilateral (GKSB) DPR RI-Parlemen Turki, Muhammad Farhan mengatakan, pertemuan tersebut kembali membuka keran komunikasi kedua negara yang terjalin sejak lama. Legislator NasDem itu menyebut pertemuan kali ini ialah bagian dari people to people diplomacy. Di antaranya membicarakan perkembangan hasil kunjungan bilateral Indonesia ke Turki tahun lalu. “Ditambah juga kemungkinan untuk mulai menyusun beberapa program yang