a

Inspiratif, Haji Mansyur dari Tukang Becak Jadi Ketua NasDem Kalsel

Inspiratif, Haji Mansyur dari Tukang Becak Jadi Ketua NasDem Kalsel

BANJARBARU (5 Januari): Setiap manusia memiliki kisah dan perjalanan hidupnya masing-masing. Kisah menginspirasi dari perjalanan kehidupan Ketua DPW NasDem Kalimantan Selatan (Kalsel) H. Mansyur didapatkan langsung Wakil Sekjend Bidang Pemenangan Pemilu DPP NasDem, Jakfar Sidik saat berkunjung ke Kalsel baru-baru ini.

“Saat turun dari mobil saya lihat Haji Mansyur sedang melap tangan ke celana. Kebiasaan hampir semua kita. Di depan rumahnya terlihat tumpukan durian. Pesta durian ronde kedua hari itu, setelah pagi di atas perahu kayu di sungai Martapura. Kami semua duduk saja di lantai teras rumah, sambil menyantap durian legit,” kata dia, Kamis (5/1).

Itu menjadi pertemuan ketiga atau keempatnya dengan H. Mansyur. Seorang yang bersahaja, bahkan sedapat mungkin menghindari perjalanan dengan naik pesawat. Beberapa kali H. Mansyur tidak menghadiri undangan di Jakarta karena takut ketinggian dan juga guncangan pesawat.

Baca juga: DPW NasDem Kalsel Salurkan 290 Ekor Sapi Kurban

Haji Mansyur bahkan pernah menjadi tukang becak di Kota Banjar Baru. Lalu menjadi tukang pangkas rambut secara tradisional. Berjualan buah untuk memenuhi kebutuhan hidup.

“Nasib membawanya menjadi supir ulama besar Guru Sekumpul di Banjar,” lanjut Jakfar.

Menjadi seorang supir ulama besar tentu akan mendapatkan banyak barokah. Suatu hari Guru Sekumpul bertanya ke Haji Mansyur ingin menjadi apa.

“Saya ingin menjadi orang kaya,” jawab H. Mansyur.

Perjalanan nasib membuat Haji Mansyur menjadi orang berkecukupan. Nasib memang ruang gelap yang bisa membawa siapapun dan kemanapun. Dia bertransformasi menjadi seorang pengusaha dengan modal kerja keras, melebihi semua orang yang pernah kuliah. Maklum saja Haji ini tidak pernah lulus satu jenjang pendidikan apapun.

“Haji Mansyur sudah membangun 200 lebih Masjid, kemudian setiap melintas dan melihat ada panitia masjid meminta sumbangan, Haji Mansyur akan turun dan memberi bantuan dan meminta panitia untuk tidak mencari sumbangan di jalan. Itu dilakukan sebelum masuk dalam politik,” kata Sekwil NasDem Kalsel, Akhmad Rozanie Himawan Nugraha.

Perubahan ekonomi tetap membuat Haji Mansyur sederhana. Dia menjadi ketua Partai NasDem di provinsi Kalsel. Jakfar menceritakan percakapan siang itu di rumah Haji Mansyur ditutup dengan makan Ikan nila dan betok goreng hasil pancingannya dan banyak sayur.

“Berkali saya lihat dia menyampaikan pidato politik, kadang terbata, kadang menyampaikan apa yang dia pikirkan secara politik lancar. Memang politik membutuhkan orang berpihak dan terdidik serta memiliki empati, bukan sekedar sekolah,” lanjut Jakfar.

(WH)

Add Comment