a

Ratu Wulla Ingin Wujudkan Program TKM di Lapas Waikabubak

Ratu Wulla Ingin Wujudkan Program TKM di Lapas Waikabubak

WAIKABUBAK (30 Desember): Anggota Komisi IX DPR RI, Ratu Ngadu Bonu Wulla melakukan kunjungan ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Waikabubak di Desa Soba Wawi, Kecamatan Loli, Waikabubak, Kabupaten Sumba Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), Kamis (29/12).

Ratu Wulla disambut Kepala Lapas Waikabubak, Yohanis Varianto dengan penyematan kain tenun khas Sumba Barat. Bahkan Varianto memberikan kesempatan kepada Ratu Wulla untuk menyapa langsung seluruh Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lapas Waikabubak serta mengajak melihat langsung area bimbingan kerja (Bimker) Lapas Waikabubak.

“Saya sangat mendukung program Kalapas dengan pembangunan area agrowisata. Ini sangat berpotensi untuk pengembangan keterampilan,” kata Ratu Wulla.

Baca juga: Ratu Wulla Minta Pemprov NTB Gencarkan Kampanye Tekan Stunting

Legislator NasDem itu menambahkan, tahun depan dia berencana datang lagi guna melakukan diskusi sehingga mampu menyerap berbagai aspirasi, termasuk ingin melakukan sosialisasi Program TKM (Tenaga Kerja Mandiri).

“Program itu merupakan program kelompok yang terdiri dari 10 orang untuk mengasah kemampuan sehingga saat kembali ke masyarakat dapat mandiri dan mengembangkan bakatnya,” kata Ratu Wulla.

Legislator NasDem dari Dapil NTT II (Sumba Timur, Sumba Barat, Sumba Tengah, Sumba Barat Daya, Sabu Raijua, Timor Tengah Selatan, Timor Tengah Utara, Belu, Malaka, Kupang, Rote Ndao, dan Kota Kupang) itu juga diajak melihat langsung area bimbingan kerja Lapas Waikabubak dan membeli berbagai hasil karya WBP. Mulai gelang, kalung dan kaleku (tas dari pandan) yang merupakan tas tradisional orang Sumba yang sering digunakan untuk menyimpan sirih pinang.

Dalam kesempatan tersebut, Kalapas Yohanis Varianto menyampaikan, Lapas Waikabubak memiliki berbagai program pembinaan kemandirian. Program tersebut memberikan pelatihan mulai dari keterampilan kerja, latihan kerja, dan produksi guna mengasah bakat dan keterampilan, sehingga kelak dapat berperan dan berdaya guna saat kembali ke masyarakat.

“Program ini sebagai wadah agar mereka (WBP) dapat menyalurkan bakat dan minatnya”, ujar Varianto.

Varianto juga mengajak Ratu Wulla dan rombongan untuk melihat langsung pembangunan lahan SAE (Sarana Asimilasi dan Edukasi).

“Pembangunan SAE ini bertujuan agar kami tidak hanya berfokus pada pengamanan dan pengawasan terhadap WBP, tetapi juga mendorong kreativitas mereka (WBP) dengan menciptakan agrowisata yang bisa memberikan nuansa baru bagi wisata di Waikabubak dan menjadi buruan traveller lokal hingga mancanegara”, kata Varianto.

(RO/*)

Add Comment