a

Irma Sarankan Stop Sementara Penerbangan dari dan ke Cina

Irma Sarankan Stop Sementara Penerbangan dari dan ke Cina

JAKARTA (28 Desember): Anggota Komisi IX DPR RI dari Fraksi Partai NasDem, Irma Suryani mengingatkan Pemerintah Indonesia terkait lonjakan angka Covid-19 di Cina. Ia menyarankan pemerintah untuk menghentikan sementara penerbangan dari dan ke Cina.

Lonjakan kasus harian Covid-19 di Cina terus terjadi dalam beberapa waktu terakhir. Bahkan di Provinsi Zhejiang mencapai satu juta kasus baru pada Minggu (25/12).

“Stop sementara penerbangan dari dan ke Cina. Jika urgent, setiap penumpang dari Cina wajib diantigen, baru boleh ke luar bandara. Ini penting untuk meminimalisasi surat palsu negatif Covid dari penumpang dari Cina,” kata Irma dalam keterangannya, Selasa (27/12).

Di sisi lain, Irma meminta agar pemerintah menggenjot pelaksanaan vaksinasi ketiga/booster. Vaksinasi booster akan membuat imun lebih baik.

“Kita harus fokus pada vaksinasi booster, karena faktanya bagi yang sudah dibooster efektif meminimalisasi akibat atau efek negatif dari serangan Covid,” tandasnya.

Baca juga: Irma Desak Kemenkes Penuhi Alkes di Daerah

Irma juga mengingatkan pemerintah agar berhati-hati dalam mencabut kebijakan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM). Menurutnya, penerapan penggunaan masker harus tetap diberlakukan.

“Meskipun PPKM nantinya dicabut, pemerintah harus tetap menerapkan pemakaian masker pada kegiatan diindoor,” ujar Irma.

Legislator NasDem dari Dapil Sumatra Selatan II (Kabupaten Ogan Komering Ulu, Ogan Komering Ilir, Muaraenim, Lahat, Ogan Komering Ulu Timur, Ogan Komering Ulu Selatan, Ogan Ilir, Empat Lawang, Kota Pagar Alam, Kota Prabumulih, dan Penukal Abab Lematang Ilir) itu mengatakan, memang sudah saatnya PPKM dicabut. Dia menilai, vaksinasi tahap 1 dan 2 sudah mampu meminimalisasi keganasan Covid 19.

“Kita sudah harus melanjutkan hidup dengan berkegiatan dalam rangka mencari nafkah dan lain-lain. Jika masih ada masyarakat yang tidak mau divaksin dan kemudian terinfeksi, itu sudah menjadi tanggung jawab pribadi biaya pengobatannya, karena BPJS tidak menanggung sakit akibat covid,” tandasnya.

(dis/*)

Add Comment