a

Pikiran Positif Bantu Teh Imel Sembuh dari Kanker Liposarkoma

Pikiran Positif Bantu Teh Imel Sembuh dari Kanker Liposarkoma

JAKARTA (22 Desember): Selebritas yang juga Anggota Bidang Perempuan dan Anak DPP Partai NasDem, Imel Putri Cahyati menceritakan pengalamannya sembuh dari sakit Kanker Liposarkoma, salah satu penyakit langka yang menyerang di bagian perut. Menurut dia selain penanganan medis yang optimal, selalu berpikir positif juga dapat mengantarkannya pada kesembuhan.

Untuk sembuh dari penyakitnya itu perempuan yang akrab disapa Teh Imel itu mengaku harus menjalani berbagai macam operasi dan kemoterapi. Dia pun bersyukur dapat melewati itu semua dengan support dari orang-orang terdekatnya.

“Aku juga sudah mengalami berbagai operasi aku juga melewati beberapa kemo yang dalam keadaan kondisi drop dengan botak semuanya alhamdulillahnya sudah aku lewati,” kata Teh Imel di sela kegiatan NasDem Peduli Perempuan Deteksi Dini Kanker Payudara, di Ballroom NasDem Tower Jakarta Pusat, Rabu (21/12).

Teh Imel berharap dengan adanya kegiatan Training of Trainer (ToT) Pelatihan Deteksi Dini dengan metode Periksa Payudara Sendiri (SADARI) NasDem bersama Yayasan Kanker Payudara Indonesia (YKPI) itu dapat memberikan edukasi kepada masyarakat dan meningkatkan kesadaran akan pentingnya pemeriksaan kanker sejak dini.

Baca juga: Sadari Harus Jadi Gerakan untuk Tingkatkan Kualitas Kesehatan Perempuan

Meski bukan mengidap kanker payudara, Teh Imel menceritakan bahwa awalnya dia termasuk yang kurang awas memeriksakan kondisi kesehatannya sehingga tak mengetahui ada kanker di sekitar perutnya.

Teh Imel menceritakan awalnya semua mengira terjadi pembengkakan pada ovariumnya dan saat akan dilakukan operasi pengangkatan ternyata ada kanker Liposarkoma stadium satu yang sudah sebesar rahim.

Seketika suasana jadi hening dan penuh kebimbangan kala mengetahui ada kanker bersarang di dalam tubuhnya. Namun dengan semangat tinggi dan penuh kesadaran untuk sembuh Teh Imel kemudian menjalani operasi pengangkatan dan serangkaian kemoterapi hingga akhirnya dinyatakan bersih dari kanker.

“Bukan tidak mempercayai herbal hanya saja ketika kita berjuang dengan kanker itu kita kan kejar-kejaran dengan waktu akan lebih tahu ketika kita sudah memeriksakan itu di medis,” kata dia.

Lebih jauh perempuan kelahiran Neglasari, Garut, 8 November 1988 itu memberikan semangat kepada para penderita kanker agar terus berjuang dan segera diberi kesembuhan. Dia juga mengajak masyarakat untuk dapat menjaga kesehatan dengan pola hidup sehat dan rutin memeriksakan kesehatan ke fasilitas yang tersedia.

“Ini adalah kesempatan hidup kedua yang Allah berikan kepada saya setidaknya saya bisa sadar diri untuk lebih menjaga apa yang sudah Allah kasih dan saat ini apapun yang saya rasakan saya harus selalu kontrol dan medis itu sangat penting,” pungkas dia.

(WH)

Add Comment