a

Pencabutan PPKM Harus Dibarengi Evaluasi Bertahap

Pencabutan PPKM Harus Dibarengi Evaluasi Bertahap

JAKARTA (22 Desember): Anggota Komisi IX DPR RI dari Fraksi Partai NasDem, Nurhadi mendukung rencana pencabutan kebijakan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM). Diharapkan pencabutan kebijakan tersebut dapat berdampak baik bagi perekonomian yang sempat tersendat.

“Kita sangat mendukung kebijakan yang diambil Presiden Jokowi. Kita berharap kebijakan pemerintah untuk mencabut PPKM ini berdampak positif pada perputaran dan pertumbuhan ekonomi masyarakat,” ujar Nurhadi dalam keterangannya, Rabu (21/12).

Meski mendukung pencabutan PPKM, Nurhadi meminta kebijakan tersebut dibarengi dengan evaluasi yang berkelanjutan. Pemerintah mesti fleksibel dalam membuat kebijakan dan harus berdasarkan kondisi ril di lapangan.

“Tentu perlu ada evaluasi bertahap. Jadi untuk kesehatan dan keselamatan jiwa manusia, kebijakan tidak boleh kaku,” ungkap Legislator NasDem dari Dapil Jawa Timur VI (Kabupaten Tulungagung, Kota Kediri, Kota Blitar, Kabupaten Kediri, dan Kabupaten Blitar) itu.

Baca juga: Nurhadi Gerak Cepat Bantu Korban Banjir Blitar

Nurhadi meyakini pemerintah tidak asal dalam melempar wacana pencabutan PPKM. Rencana tersebut diyakini sudah melalui kajian matang.

“Pemerintah tentu sudah melakukan analisis yang matang sebelum memutuskan mengambil kebijakan tersebut,” imbuhnya.

Selain itu, Nurhadi juga mengingatkan masyarakat agar tetap waspada. Jangan sampai pencabutan PPKM membuat penyebaran Covid-19 kembali meningkat.

“Tetap waspada. Jangan sampai terjadi peningkatan kasus covid-19 seiring meningkatnya aktivitas masyarakat di Hari Natal dan tahun baru,” tegas Nurhadi yang juga Ketua DPD Partai NasDem Blitar itu.

Sebelumnya, Presiden Jokowi mengungkapkan rencana pemerintah mencabut status PPKM yang akan dilakukan pada akhir tahun ini. Langkah tersebut dilakukan karena situasi pandemi Covid-19 di Tanah Air sudah semakin landai. Kondisi kesehatan masyarakat juga dinilai kian membaik.

Itu terlihat dari data kasus harian yang hanya berada di kisaran 1.000 dalam sepekan terakhir. Angka tersebut sangat menurun drastis dari masa puncak penyebaran varian delta yang mencapai 56 ribu kasus per hari, dan omicron yang bahkan menyentuh 64 ribu kasus per hari. (medcom/*)

Add Comment