a

Achmad Hatari Apresiasi Pertumbuhan Ekonomi Maluku Utara

Achmad Hatari Apresiasi Pertumbuhan Ekonomi Maluku Utara

TERNATE (16 Desember): Wakil Ketua Komisi XI DPR RI, Achmad Hatari mengapresiasi peningkatan pertumbuhan ekonomi di Provinsi Maluku Utara. Berdasarkan Laporan Perekonomian Bank Indonesia (BI) Provinsi Maluku Utara pada Agustus 2022, Perekonomian Provinsi Maluku Utara pada Triwulan II 2022 tumbuh sebesar 27,74% (yoy).

“Maluku Utara dinilai menjadi provinsi dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di Indonesia untuk periode Triwulan II 2022,” ujar Hatari saat memimpin Kunjungan Kerja Reses Komisi XI DPR ke Ternate, Maluku Utara, Jumat (16/12).

Kunjungan itu dalam rangka memperoleh informasi terkait pelaksanaan tugas Pemerintah Provinsi Maluku Utara, Kementerian Keuangan, BI, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Himbara, serta masalah yang dihadapi dalam rangka meningkatkan pertumbuhan ekonomi di Provinsi Maluku Utara.

Baca juga: Hatari Terima Kunjungan Pelaku UMKM Maluku Utara

Meski menorehkan laporan yang positif, Hatari meminta pengujian kembali terhadap capaian pertumbuhan tersebut. Salah satunya dengan melihat variabel kemiskinan di Maluku Utara.

“Di tengah laporan yang positif itu, optimisme tampak dengan proyeksi perekonomian Maluku Utara sampai akhir tahun ini akan mengalami akselerasi dibandingkan tahun lalu,” ujarnya.

Pertumbuhan tersebut, menurut Hatari, tidak lepas dari semakin landainya penyebaran Covid-19 yang berdampak positif terhadap kinerja perbankan, khususnya pada ekspansi penyaluran kredit yang berdampak pada perekonomian suatu daerah.

“Sejalan dengan semakin pulihnya kondisi perekonomian pasca membaiknya penanganan pandemi Covid-19, serta tingginya akselerasi perekonomian yang ditopang industri pengolahan nikel,” tandas Legislator NasDem dari Dapil Maluku Utara itu.

Dalam kesempatan yang sama, anggota Dewan Gubernur BI, Aida S Budiman menjelaskan pemaparan beberapa indikator pendukung perekonomian Provinsi Maluku Utara, bahkan sampai 2023. Provinsi Maluku Utara masih akan diproyeksikan melanjutkan pertumbuhan tinggi dan akan berada pada rentang 18,55%-19,55% (yoy).

“Hal tersebut didorong oleh masih akan terus bertambahnya realisasi pembangunan, serta optimalisasi produksi smelter yang akan membantu menjaga daya pertumbuhan provinsi ini,” imbuhnya.

(dpr.go.id/*)

Add Comment