a

Garpu Gorontalo Gelar Festival Alanggaya Buliya

Garpu Gorontalo Gelar Festival Alanggaya Buliya

GORONTALO (15 Desember): Gerakan Restorasi Pedagang dan UMKM (Garpu) Partai NasDem Gorontalo menggelar Festival Permainan Tradisional Alanggaya Buliya atau layang-layang. Kegiatan ini bertujuan untuk melestarikan tradisi daerah yang mulai dilupakan.

Alanggaya Buliya dulu dikenal sebagai salah satu alat untuk menyampaikan pesan saat zaman kerajaan di Gorontalo.

Tak hanya kaum remaja, para orang tua pun antusias mengikuti lomba yang berlangsung di Desa Tuladenggi, Kecamatan Telaga Biru, Kabupaten Gorontalo, Senin (12/12). Panitia pun mewajibkan minimal setiap layang-layang yang ikut dalam lomba berukuran dua meter.

Total ada 60 peserta dari berbagai wilayah di Gorontalo ikut beradu kemahiran dalam menerbangkan layang-layang.

Selain melestarikan permainan tradisional, lomba ini diharapkan dapat menjalin silahturahmi dan kekompakan antar warga. Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Ketua DPW NasDem Gorontalo, Hamim Pou.

“Saya sangat mengapresiasi kegiatan yang dilakukan oleh Garpu NasDem Gorontalo ini, mungkin sudah lama kita tidak mendengar lagi adanya Festival Alanggaya, apalagi Alanggaya Buliya, yang sudah menjadi tradisi budaya asli masyarakat Gorontalo sehabis panen,” terang Hamim Pou.

Baca juga: Expo GARPU Medan Resmi Dibuka, Bentuk Perhatian GARPU NasDem Untuk UMKM

Hamim yang juga Bupati Bonebolango itu juga berharap kegiatan tersebut dapat menjadi kegiatan rutin.

“Alangkah baiknya dilakukan setiap musim, karna kegiatan akan berdampak besar pada ekonomi masyarakat terutama mereka pelaku UMKM, jadi jangan lihat di Alanggayanya namun lihat dampaknya yang besar,” kata dia.

Kemudian Ketua DPW Garpu NasDem Gorontalo, Sawaludin mengatakan kegiatan ini dalam rangka memeriahkan HUT Provinsi Gorontalo dan juga HUT Kabupaten Gorontalo.

“Kalo bukan kita siapa lagi yang akan mengingat dan memeriahkan acara sakral HUT Provinsi Gorontalo, jadi melalui acara ini semoga semangat dan cinta kita untuk daerah semakin besar lagi, terutama lebih menghargai dan mengingat jasa para pahlawan,” kata Sawaludin.

Pada kesempatan yang sama, selaku panitia, Sian Sugito mengatakan kegiatan tersebut mendapat perhatian besar dari masyarakat. Hal itu lanjut dia dapat menghadirkan optimisme untuk sama-sama menjaga kekayaan budaya yang ada di wilayah setempat.

“Ini dulu dipakai oleh kerajaan sebagai pengantar pesan di kerajaan dulu terus pada saat ini kan sudah lama tidak lagi muncul, pada hari ini kami selaku panitia sengaja agar masyarakat Gorontalao kalau dulunya memang ada dan sampai saat ini kita lestarikan,” pungkas dia.

(WH)

Add Comment