a

Wagub Riau: NasDem Konsisten dengan Restorasinya

Wagub Riau: NasDem Konsisten dengan Restorasinya

RIAU (25 November): Wakil Gubernur Riau yang juga Ketua Dewan Pakar DPW Partai NasDem Provinsi Riau, Brigjen TNI (Purn) Edy Natar Nasution menegaskan partainya terus konsisten mengusung gerakan Restorasi Indonesia.

Menurut dia Restorasi yang dipegang NasDem mengandung empat makna yakni memperbaiki, memulihkan, mengembalikan dan mencerahkan.

“Kalau NasDem berbicara memperbaiki tentu terkandung makna bahwa ada sesuatu yang selama ini dinilai telah rusak. NasDem ingin memperbaiki yang rusak itu,” kata Edy Natar dalam keterangannya, Kamis (24/11).

Dia mencontohkan umumnya dalam kehidupan sebuah partai, setiap kader yang ingin ikut berperan dalam kehidupan berbangsa dan negara, apakah melalui lembaga legislatif maupun eksekutif diharuskan membayar sejumlah uang yang jumlahnya tidak sedikit.

Namun NasDem berani mengambil arah baru untuk menumbuhkan kembali kepercayaan publik kepada institusi partai politik dengan gagasan Politik Tanpa Mahar dimana NasDem sama sekali tidak memungut biaya apapun dari putra-putri Bangsa Indonesia yang ingin bergabung ke dalam arus besar Gerakan Perubahan.

“Di sinilah Partai NasDem ingin memperbaiki melalui internal kadernya, dan itu yang selama ini dikenal dengan sebutan NasDem Tanpa Mahar,” kata dia.

Baca juga: Anies Akan Gelar Silaturahmi Kebangsaan dengan Masyarakat Riau

Masih kata Edy jika kita bicara memulihkan tentu ada sesuatu yang sedang sakit. Menurut dia partainya menilai bahwa rakyat Indonesia dalam berdemokrasi sedang tidak baik-baik saja.

Wakil Gubernur dengan segudang prestasi dan penghargaan itu meyakini demokrasi yang sehat harus dilakukan dengan cerdas dan diisi dengan visi misi serta adu gagasan dalam sebuah kompetisi Pemilu yang disampaikan secara elegan tanpa saling menjatuhkan apalagi dengan cara-cara tidak benar.

“Sakit yang seperti inilah yang ingin dipulihkan oleh Partai NasDem,” tambah dia.

Lebih jauh Edy melihat moral dalam berdemokrasi bangsa ini telah bergeser dari tempatnya. Masyarakat seakan-akan bebas melakukan apapun bahkan menghujat siapapun dengan dalih atas nama demokrasi dan kebebasan.

“Pada kondisi inilah Partai NasDem berusaha untuk mencoba mengembalikannya yang diawali di dalam internal partai dengan mengajak kader berpolitik secara santun dan elegan,” kata dia.

Kemudian mencerahkan, dia menegaskan upaya NasDem memilih setiap calon apakah yang akan duduk di lembaga legislatif maupun eksekutif senantiasa dilakukan berdasarkan kejujuran dengan melihat rekam jejak positif dan obyektif yang dimiliki oleh setiap calon.

Meski sebagian orang sangat merasa gerah dengan apa yang dilakukan oleh partainya namun dia melihat itulah sejatinya cara Partai NasDem memberikan pencerahan kepada seluruh masyarakat, terutama para kader partainya.

“Dan dalam perspektif cara pandang Partai NasDem inilah yang disebut dengan Restorasi,” pungkas dia.

(WH)

Add Comment