a

Restorative Justice Hasilkan Keadilan Solutif dan Berimbang

Restorative Justice Hasilkan Keadilan Solutif dan Berimbang

JAKARTA (22 November): Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni menegaskan penyelesaian kasus tanpa proses hukum atau restorative justice dinilai membantu negara. Pernyataan Sahroni tersebut menanggapi langkah Jaksa Agung ST Burhanuddin yang mengedepankan restorative justice dalam sejumlah kasus.

“Tentu ini tidak sebatas penghematan anggaran dan pengurangan napi, tapi karena memang (restorative justice) memberikan dampak maksimal,” ungkap Ahmad Sahroni dalam keterangannya, Senin (21/11).

Sahroni juga menyebut dampak maksimal bisa dirasakan para korban. Upaya tersebut dinilai bisa memaksimalkan pemulihan kerugian korban terhadap kasus yang dihadapi.

“Sehingga keadilan yang dihasilkan lebih solutif dan berimbang,” ungkap Sahroni.

Legislator NasDem dari Dapil DKI Jakarta III (Jakarta Barat, Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu) itu menambahkan, upaya restorative justice bahkan diinisiasi para pihak yang terlibat. Korban dan tersangka setuju untuk tidak membawa permasalahan ke persidangan karena restorative justice dirasa menjadi jalan penyelesaian yang adil.

“Jadi hal-hal seperti ini yang saya rasa menjadi penyebab kenapa masyarakat banyak lebih memilih menggunakan pendekatan restorative justice,” ujar Sahroni.

Sebelumnya, Jaksa Agung ST Burhanuddin mengklaim mekanisme penyelesaian tindak pidana melalui restorative justice terus dilakukan. Dia mengungkapkan terdapat ribuan perkara di Indonesia telah diselesaikan melalui mekanisme restorative justice hingga saat ini. (medcom/*)

Add Comment