a

Di Forum COP27, Ketua DPP GPND Dorong Anak Muda Ikut Atasi Perubahan Iklim

Di Forum COP27, Ketua DPP GPND Dorong Anak Muda Ikut Atasi Perubahan Iklim

MESIR (16 November): Indonesia memiliki hutan mangrove terbesar di dunia yakni seluas 3,5 juta hektar atau 23 persen dari total Jumlah hutan mangrove di dunia. Itu sebabnya, Indonesia memiliki peranan penting dalam menghadapi perubahan iklim.

Demikian disampaikan Ketua DPP Garda Pemuda NasDem, Chepy Aprianto dalam forum Pavilun Indonesia COP27 di Sharm El Sheikh Mesir, baru-baru ini.

Pria asal Subang, Jawa Barat itu memaparkan hutan mangrove memiliki serapan karbon terbesar dibanding ekosistem lainnya, hal itu selaras dengan tujuan dari FOLU Net sink 2030 yang isinya antara lain adalah mengurangi emisi sampai dengan 31 persen secara mandiri dan elaborasi dengan dunia Internasional sebesar 41 persen net zero emission.

“Perlu ada kolaborasi dari semua stakeholder termasuk politisi, pemerintah, aktivis lingkungan, masyarakat adat dan perusahaan untuk sama-sama melibatkan pemuda dalam mengatasi perubahan iklim,” kata Chepy kepada nasdem.id, Rabu (16/11).

Baca juga: Menanam Mangrove, Menjaga Masa Depan Bumi

Untuk itu lanjut Chepy melalui forum COP27 pihaknya meminta agar seluruh perusahaan bertanggung jawab secara aktif dalam mengurangi emisi gas rumah kaca (CO2e) agar tercapai pengurangan 140 juta ton C02e pada tahun 2030.

“Kami (Garda Pemuda NasDem) terbuka dengan semua pihak untuk bersama-sama dalam merawat dan menjaga kelestarian hutan dan lingkungan hidup dengan berbagai bentuk kerjasama untuk mempercepat tercapainya zero-net carbon,” tambah dia.

Garda Pemuda NasDem sendiri, lanjut dia pada beberapa waktu lalu bersama jajaran pengurus wilayah dan daerah terlibat aktif melakukan penanaman mangrove di seluruh Indonesia.

“Sudah kami lakukan serentak di 9 Provinsi dan 12 provinsi per akhir November ini, dan akan terus kami lakukan penanaman sepanjang tahun bersama pengurus wilayah dan daerah se Indonesia,” ujar Chepy.

Chepy menjadi salah satu delegasi Indonesia dalam acara Forum COP27 atau juga dikenal sebagai Konferensi Perubahan iklim Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang sedang berlangsung di Sharm El-Sheikh, Mesir.

Ajang tersebut merupakan suatu platform yang memungkinkan komunitas bisnis, pemuda, masyarakat sipil dan adat, akademisi, seniman, dan komunitas mode dari seluruh dunia untuk mengekspresikan diri dan didengar.

Konferensi Para Pihak Konvensi Kerangka Kerja Perserikatan Bangsa-Bangsa tentang Perubahan Iklim ke-27 (COP27) dibuka di Kota Pesisir Sharm El-Sheikh di Mesir pada 6 November lalu, dengan berbagai negara bekerja sama untuk mengatasi perubahan iklim global. (WH)

Add Comment