a

Taufik Basari Sambut Baik Usulan Terkait RUU KUHP

Taufik Basari Sambut Baik Usulan Terkait RUU KUHP

JAKARTA (15 November): Anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi Partai NasDem, Taufik Basari menyambut baik berbagai masukan dari Aliansi Reformasi KUHP mengenai penyempurnaan terhadap rumusan-rumusan pasal pidana yang berpotensi menjadi pasal karet di dalam RUU Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP).

Salah satu masukan yang diterima Taufik adalah untuk mengubah rumusan ‘delik penghinaan’ menjadi ‘delik fitnah’ sebagai langkah pembatasan untuk dirumuskan dalam pasal penghinaan terhadap lembaga negara dan kekuasaan umum.

Hal itu juga sejalan dengan usulan Taufik yang disampaikan dalam rapat pembahasan RUU KUHP antara Komisi III DPR RI dengan pemerintah, Rabu (9/11).

“Saya setuju bahwa kita batasi dengan mengubah nomenklatur, dari delik penghinaan menjadi delik fitnah. Ini adalah jalan tengah yang sangat baik yang kemudian bisa kita rumuskan,” ujar Taufik, saat Rapat Dengar Pendapat Umum Komisi III DPR RI dengan Aliansi Reformasi KUHP di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (14/11).

Baca juga: NasDem Usulkan Frasa Penghinaan Jadi Fitnah dalam RUU KUHP

Menurut Legislator NasDem itu, kesempatan menerima masukan seperti itu sangat baik untuk merumuskan pasal-pasal di dalam RUU KUHP untuk lebih ketat lagi. Sehingga akan menghasilkan rumusan-rumusan yang bisa menjamin tetap tegaknya demokrasi di Indonesia.

“Mayoritas masukan ini sangat substantif, yang menurut saya patut untuk kemudian dijadikan bahan ketika nanti kita membahas bersama-sama dengan pemerintah pada 21 November yang akan datang,” tandas Legislator NasDem dari Dapil Lampung I (Kabupaten Lampung Selatan, Lampung Barat, Tanggamus, Pesawaran, Kota Bandar Lampung, Kota Metro, Pringsewu, Pesisir Barat) tersebut.

(dpr.go.id/*)

Add Comment