a

NasDem Usulkan Revisi UU Perbukuan untuk Genjot Literasi

NasDem Usulkan Revisi UU Perbukuan untuk Genjot Literasi

JAKARTA (9 November): Wakil Ketua Fraksi Partai NasDem DPR RI, Willy Aditya menegaskan fraksinya akan mengusulkan revisi UU Nomor 3 Tahun 2017 tentang Sistem Perbukuan. Revisi beleid tersebut dimaksudkan untuk meningkatkan literasi masyarakat Indonesia.

“Dalam waktu dekat kita usulkan revisi UU Perbukuan. NasDem concern pada literasi, background sumber daya manusia (SDM) berkualitas,” kata Willy di Jakarta, Rabu (9/11).

Baca juga: Fraksi NasDem DPR Terus Perjuangkan Tiga RUU

Wakil Ketua Badan Legislasi DPR RI itu mengatakan bahwa tingkat literasi masyarakat Indonesia masih cukup rendah. Padahal, literasi saat ini sudah didukung dengan perkembangan teknologi.

“Buku bukan barang mewah. Kita bisa lihat dunia digital luar biasa, tapi literasi kita rendah,” tandasnya.

Menurut Legislator NasDem itu, rendahnya literasi masyarakat Indonesia itu karena penulis dan percetakan di Indonesia sangat terbatas. Ia mencontohkan, kondisi tersebut berbanding jauh dengan India. India, kata Willy, memiliki banyak penulis dan ditopang dengan banyak percetakan.

“Semua penerbit ada di India. Kualitas kertas rendah, tapi buku yang penting kan isinya,” ujarnya.

Selain penulis dan penerbit terbatas, pajak buku yang dibeli dari luar negeri juga sangat tinggi. Hal itu tentunya membuat buku akan semakin mahal di Indonesia.

“Kalau beli buku luar negeri pajaknya nauzubillah,” tegasnya.

Willy berharap upaya Fraksi Partai NasDem DPR mengajukan revisi UU Perbukuan berdampak positif. Sehingga ke depan literasi masyarakat Indonesia bisa meningkat.

“Semoga itu bisa jadi political obligation NasDem perjuangkan hak minoritas dan keadilan masyarakat,” pungkas Legislator NasDem dari Dapil Jawa Timur XI (Bangkalan, Pamekasan, Sumenep, dan Sampang) itu.

(medcom/*)

Add Comment