a

Pemerintah Harus Terbuka Soal Perundingan ZEE Indonesia-Vietnam

Pemerintah Harus Terbuka Soal Perundingan ZEE Indonesia-Vietnam

JAKARTA (16 September): Anggota DPR RI dari Fraksi Partai NasDem, Syarief Abdullah Alkadrie meminta pemerintah melibatkan DPR dalam perundingan mengenai penetapan batas Zona Ekonomi Ekslusif (ZEE) antara Indonesia dan Vietnam.

Perundingan mengenai penetapan batas ZEE Indonesia-Vietnam telah berlangsung cukup lama. Pertama kali diadakan pada 21 Mei 2010. Pertemuan yang sudah dilakukan belasan kali tersebut kini mulai mencapai titik terang. Tim Teknis Indonesia dan Vietnam telah melakukan perundingan ke-14 pada pertengahan Juli 2022. Indonesia dikabarkan siap membuat konsesi untuk mempermudah proses negosiasi.

“Ini masalah kedaulatan, hal yang tidak bisa ditawar-tawar, sehingga kewajiban DPR untuk terlibat, karena merupakan perwakilan rakyat,” kata Syarief, Kamis (15/9).

Syarief meminta Kementerian Luar Negeri memberikan penjelasan kepada DPR dan publik. Ia menilai proses perundingan antardua negara tersebut tidak transparan.

Menurut anggota Komisi V DPR itu, penetapan batas ZEE tersebut akan berdampak pada dua sisi, yakni kedaulatan dan ekonomi. Dari segi kedaulatan, perlu diketahui penetapan batas wilayah negara merupakan isu yang sensitif karena menyangkut hajat hidup orang banyak.

“Sedangkan dari segi ekonomi, Indonesia sebagai negara maritim yang kaya sumber daya laut tentu sangat bergantung pada sektor kelautan dan perikanan untuk mengisi kas negara dan juga demi kestabilan ekonomi. Bahkan dari segi individual sekalipun, ada banyak nelayan yang terdampak apabila konsesi itu menjadi persetujuan bersama,” ujarnya.

Perundingan penetapan batas ZEE Indonesia-Vietnam menjadi penting untuk diketahui DPR dan masyarakat pada umumnya, karena menyangkut kedaulatan negara serta hajat hidup orang banyak.

“Jadi pentingnya ada evaluasi ulang oleh pemerintah agar negara dan rakyat tidak dirugikan,” pungkas Legislator NasDem dari Dapil Kalimantan Barat I (Sambas, Bengkayang, Kota Singkawang, Landak, Kayong Utara, Ketapang, Kota Pontianak, Mempawah, dan Kubu Raya) itu.

(medcom/*)

Add Comment