a

Sosialisasi Program 1 Juta Hektar Partai NasDem Merambah Aceh

Sosialisasi Program 1 Juta Hektar Partai NasDem Merambah Aceh

BANDA ACEH (8 Agustus): Setelah menyasar wilayah timur, kali ini gerakan penanaman satu juta hektare kedelai dilakukan di wilayah barat Indonesia, tepatnya di Bumi Serambi Mekah, Aceh Darussalam.

Sosialisasi Program Budidaya Kedelai 1 Juta Ha yang digaungkan NasDem melalui Akademi Bela Negara (ABN) NasDem dan Bidang Pertanian, Peternakan, dan Kemandirian Desa DPP NasDem itu pun dilakukan di Aceh, tepatnya di Kantor DPW NasDem Provinsi Aceh, Jalan Prof. A Hasyimi, Kawasan Pango, Banda Aceh, Jumat (5/8).

“Kunjungan ke DPW NasDem Aceh, bersama Gubernur ABN, IGK Manila dalam agenda pertemuan dengan kelompok tani kedelai Provinsi Aceh,” kata Anggota Bidang Pertanian, Peternakan, dan Kemandirian Desa DPP NasDem, H. Ayep Zaki.

Turut hadir dalam kegiatan yang berlangsung tiga hari mulai 5-7 Agustus 2022 itu Ketua DPW NasDem Aceh, Teuku Taufiqulhadi beserta jajaran dan para kader Petani NasDem dari berbagai wilayah di Tanah Rencong.

“Hari pertama ini mengumpulkan semua para Petani NasDem di tiap kabupaten di Aceh yang memang sudah disiapkan DPW NasDem Aceh dan menginventarisir berapa luas lahan yang akan ditanam tahap pertama,” tambah Ayep.

Ayep Zaki yang juga Dewan Pakar NasDem Kabupaten Sukabumi itu melanjutkan sampai dengan petang ini baru terkumpul sekitar 125 Ha yang siap untuk ditanami kedelai. Lokasinya di Kabupaten Aceh Besar. Menurut dia total luas dan jumlah sebaran lokasinya akan terus bertambah seiring hasil inventarisir wilayah.

“Hari kedua kita berangkat ke lokasi ke Pidie kemudian ke Bireun untuk lihat lokasi untuk budidaya kedelai,” jelas Ayep.

Anggota Komisi Pemberdayaan Ekonomi Umat Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat itu pun senang melihat antusias para Petani NasDem di Provinsi Aceh yang sangat baik sekali. Dia berharap antusias tersebut menjadi dukungan upaya NasDem menghadirkan ketahanan pangan nasional bahkan global.

“Beberapa hari lalu masuk ke wilayah timur Papua, NTT, Bali dan sekarang giliran di wilayah Barat, Aceh,” pungkas Ayep Zaki.

(WH)

Add Comment