a

Nurlaela Ajak Pemkot Ternate Duduk Bersama Atasi Maraknya Kasus ODGJ

Nurlaela Ajak Pemkot Ternate Duduk Bersama Atasi Maraknya Kasus ODGJ

TERNATE (7 Juli): Anggota Fraksi NasDem DPRD Kota Ternate, Nurlaela Syarif menyoroti maraknya kasus penderita gangguan jiwa (ODGJ) di Kota Ternate. Menurut dia diperlukan solusi bersama untuk mengatasi fenomena tersebut.

“Memang ada beberapa kendala yang kiranya perlu segera dikoordinasikan yaitu pemberlakuan BPJS kesehatan dan pembiayaan karena Dinsos juga terkendala biaya,” kata dia kepada nasdem.id, Kamis (7/7).

Nurlaela mendorong Pemkot Ternate untuk mengadakan rapat koordinasi antara berbagai dinas terkait dengan pihak Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Sofifi.

“Pemkot juga bisa menyerap alokasi anggaran dari pemerintah pusat dalam hal ini Kementerian Sosial RI, asalkan Pemkot mau duduk bersama dengan RSJ Sofifi untuk dicarikan solusi agar penderita gangguan jiwa segera bisa tertangani dengan baik dan tidak berdampak merisaukan warga,” kata dia.

Srikandi NasDem yang dikenal responsif terhadap persoalan kemanusiaan ini juga baru saja menindaklanjuti laporan warga di Santiong Ternate Tengah, akibat ulah salah seorang warga berinisial R yang menderita gangguan jiwa.

Warga melaporkan ada salah seorang warga penderita gangguan jiwa yang tinggal bersama ibu kandung bernama Nadra yang perlu mendapat perhatian serius pemerintah Kota Ternate, karena sering mondar-mandir tidak menggunakan pakaian dan berperilaku tidak wajar lainnya.

“Hal ini sudah merisaukan dan memang ibu kandungnya juga sering mengeluh ke warga akhirnya atas inisiasi warga melapor ke saya,” ujar Nurlaela.

Mendapati laporan tersebut Nurlaela langsung berkoordinasi dengan Dinas Sosial Kota Ternate dan Puskesmas Kalumpang, dan pihak Kelurahan Santiong agar segera mengambil langkah untuk mengatasi persoalan ini. Nurlaela bersama Dinsos, Dinkes dan Kelurahan juga turun langsung melihat kondisi penderita gangguan jiwa tersebut.

“Perlahan dibujuk dan akhirnya mau dibersihkan atau dimandikan oleh ibunya dan dilakukan penanganan oleh pihak Dokter dan perawat dari Puskesmas Kalumpang. Meski penderita sempat berontak hendak diberikan suntikan penenang, namun akhirnya bisa diberikan suntikan dan akhirnya bisa tenang,” kata Nurlaela.

Nurlaela melanjutkan sebelumnya penderita pernah ditangani Dinas Sosial berupa bantuan perawatan di rumah sakit jiwa Kota Manado selama 2 minggu, setelah pasien dinyatakan bisa kembali ke Kota Ternate, langsung di kembalikan ke rumah bersama ibunya, namun karena kendala perawatan berkala yaitu pemberian obat secara rutin akhirnya penderita kembali berulah.

“Untuk sementara penderita akan kembali di bawah pengawasan Dinas Sosial dan Puskesmas Kalumpang sambil menunggu respon dari Pimpinan Komisi dan Pimpinan DPRD untuk melakukan rapat koordinasi agar persoalan ini segera teratasi,” demikian kata dia.

(WH)

Add Comment