a

DPR Cermat Bahas Legalisasi Ganja Medis

DPR Cermat Bahas Legalisasi Ganja Medis

JAKARTA (7 Juli): Anggota Panitia Kerja (Panja) RUU Narkotika, Eva Yuliana menegaskan, pembahasan revisi UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika akan dilakukan dengan cermat dan hati-hati guna meminimalkan penyalahgunaan fungsi ganja medis.

“Meski ingin cepat selesai, kita tidak ingin ceroboh dalam membahas RUU Narkotika. Kita bahas dengan asas kecermatan, kehati-hatian, tanpa perlu terburu-buru,” ungkap Eva, Rabu (6/7).

Eva menjelaskan Panja RUU Narkotika saat ini tengah menerima berbagai masukan dari masyarakat dan para ahli terkait dengan legalisasi ganja medis.

“Masukan-masukan diberikan dalam berbagai kegiatan focus group discussion (FGD) dan rapat dengar pendapat (RDP) di DPR. Untuk input pembahasan RUU Narkotika,” tegas legislator Partai NasDem itu.

Eva juga menambahkan, usulan ganja untuk keperluan medis perlu dibahas terintegrasi. Pihak-pihak terkait perlu saling bersinergi untuk membicarakan usulan terkait ganja medis.

“Semua pihak harus bergandengan tangan untuk berbicara hal ini,” kata Eva.

Usulan ganja untuk kepentingan medis digaungkan sejumlah kalangan. Salah satunya seorang ibu bernama Santi Warastuti yang meminta ganja dilegalkan untuk kepentingan medis. Santi berpandangan ganja dapat menyembuhkan anaknya, Pika, yang menderita sakit cerebral palsy.

Menurut Eva, itu adalah bentuk kegigihan seorang ibu untuk mewujudkan kesehatan anaknya. Komisi III DPR, imbuh Eva, akan memperjuangkan kesehatan anak yang menderita cerebral palsy.

Eva menyebut sebagai hal yang dasar, daun ganja merupakan tumbuhan yang diciptakan Tuhan. Namun hal tersebut menjadi tidak baik karena digunakan secara tidak baik dan semua hal bila digunakan secara berlebihan itu berdampak tidak baik.

“Saya ingin sampaikan dari sisi kemanusiaan sesuatu yang suci kita harus tempatkan pada yang suci dalam hal apa pun,” pungkasnya.

(RO/*)

Add Comment