a

NasDem Dorong Pengembangan Pariwisata Religi

NasDem Dorong Pengembangan Pariwisata Religi

JAKARTA ( 4 Juli): Anggota Komisi X DPR RI dari Fraksi Partai NasDem, Mohammad Haerul Amri mendorong Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) untuk terus berinovasi dalam pengembangan industri pariwisata, khususnya di Indonesia timur.

“Perlu digenjot pembangunan industri pariwisata yang lebih merata, khususnya di wilayah Indonesia timur. Di sana, banyak sekali destinasi wisata yang bagus, namun terkendala dengan biaya transportasi yang mahal,” kata Haerul Amri dalam Rapat Kerja Komisi X DPR dengan Menparekraf, Sandiaga Uno dan Wamenparekraf Angela Tanoesoedibjo, di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (4/7).

Menurut Aam sapaan akrab Haerul Amri, pembangunan industri pariwisata akan berdampak langsung pada taraf ekonomi masyarakat.

“Saya usul agar memperkuat perencanaan industri pariwisata di Kawasan Timur, agar keluhan masyarakat Indonesia timur tidak terjadi lagi pada tahun berikutnya,” ujarnya.

Selain itu, Legislator NasDem dari Dapil Jawa Timur II (Kabupaten Probolinggo, Kota Probolinggo, dan Pasuruan) tersebut juga mengingatkan Kemenparekraf agar turut memperhatikan industri wisata religi. Menurutnya, selama ini wisata religi belum tergarap secara maksimal.

“Di Indonesia banyak destinasi wisata berbasis agama. Kalau ini dikembangkan serius oleh pemerintah, maka bisa berkembang luas dan memberi efek pada ekonomi kreatif yang berbasis kerakyatan. Kita melihat bagaimana ibadah umroh menjadi kekuatan wisata religi, jutaan masyarakat Indonesia pergi ke Arab Saudi setiap saat,” tandasnya.

Ketua Bidang Pemuda dan Olahraga DPP Partai NasDem itu mengingatkan agar pengembangan industri pariwisata juga memperhatikan kelestarian lingkungan.

“Unesco sudah mendesak soal ini. Apalagi baru-baru ini ramai persoalan Candi Borobudur. Jadi pengembangan destinasi wisata harus beriringan dengan masalah konservasi alam. Perlu ada edukasi dan kampanye menyeluruh dari semua pihak, tidak hanya Kemenparekraf tapi semua Kementerian terkait harus ada kerja sama,” tandas Aam.

(RO/Dis/*)

Add Comment