a

Produktivitas Jagung Petani Binaan Ayep Zaki Terus Meningkat

Produktivitas Jagung Petani Binaan Ayep Zaki Terus Meningkat

CIDOLOG, (26 Juni): Program ekosistem pertanian yang digaungkan pegiat ekonomi kerakyatan yang juga Ketua Dewan Pakar NasDem Kabupaten Sukabumi, H. Ayep Zaki terus konsisten dikembangkan dan diwujudkan hingga memperoleh hasil yang baik. Program yang tersebar di berbagai wilayah di Indonesia itu pun mulai menunjukkan hasilnya.

Sebagai bentuk realisasi dari program ekosistem tersebut juga telah dilaksanakan panen jagung di kawasan Cidolog, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Sabtu (25/6). Panen jagung hibrida tersebut merupakan hasil dari budidaya petani mitra binaan Partai NasDem di bawah arahan H. Ayep Zaki.

“Tentunya program baik ini akan terus dikembangkan di seluruh mitra petani Kabupaten Sukabumi agar dapat dirasakan peningkatan produktivitasnya, yang otomatis akan meningkatkan kesejahteraan petani,” kata Ayep Zaki.

Adapun hasil panen Jagung kering dari luas lahan 5.000m2  tersebut mencapai 7,75 ton per hektar dengan estimasi hasil jagung pipil kering sebanyak 6,5 ton per ha.

“Dengan kadar air 15% atau lebih tinggi 1,3 ton dari hasil panen jagung hibrida rata-rata standar nasional 5,2 ton per Ha,” kata Ayep.

Menurut Ayep, panen ini tentunya menjadi capaian yang baik sebagai aktualisasi program nyata di bidang pertanian yang diusung NasDem secara konsisten dalam peningkatan produktivitas hasil panen.

Dengan berbagai upayanya itu konsistensi Ayep Zaki dalam menjaga derap langkah ekonomi kerakyatan dan misi pembangunan ekosistem pertanian untuk menjaga ketahanan pangan nasional terus berjalan.

Sebelumnya Ayep juga telah meresmikan gudang kedelai berkapasitas 1.500 ton di Kampung Ciharashas, Cipeundeuy, Surade, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.  Gudang kedelai tersebut merupakan bukti nyata komitmen Ayep dalam mewujudkan satu juta hektar budidaya kedelai di Indonesia.

“Jangan khawatir masyarakat seluruh Sukabumi, saya sudah canangkan ini 50.000 ha untuk membangun ekosistem pertanian, jadi bukan hanya kedelai,” pungkas Ayep.

(WH)

Add Comment