a

Jokowi Lakukan Terobosan Perdamaian Rusia-Ukraina

Jokowi Lakukan Terobosan Perdamaian Rusia-Ukraina

JAKARTA (26 Juni): Anggota Komisi I DPR RI dari Fraksi Partai NasDem, Muhammad Farhan mengapresiasi inisiatif Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang akan mengunjungi Rusia dan Ukraina. Langkah Jokowi sebagai juru damai tersebut adalah manuver yang berani.

“Sebuah pergerakan atau manuver yang sangat berani. A very bold manuver from our President (Manuver yang sangat berani dari Presiden kita) terhadap para pemimpin dunia bahwa we call their brave (kami menyebut mereka pemberani),” kata Farhan dalam sebuah diskusi di stasiun TV swasta, Sabtu (25/6).

Farhan mengatakan, langkah Jokowi tersebut sekaligus menjawab tantangan Indonesia sebagai Presidensi G20.

“Yang dilakukan Pak Jokowi, kalau bahasa saya bahasa pujian tapi istilahnya sederhana. Seorang ‘preman desa’, kata mas Jokowi ‘Kalau kalian tidak berani datang ke sini (menghadiri G20), saya deh yang datang ke kalian (Rusia dan Ukraina),” ujar Farhan.

Langkah Presiden Jokowi tersebut adalah sebuah bentuk diplomasi di tengah tekanan Amerika untuk mengundang Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskiy ke KTT G20 di Bali.

“Joe Biden (Presiden Amerika) dengan segala kecanggihannya memojokkan Presiden Jokowi sebagai Presiden G20, untuk tidak mengundang Putin (Presiden Rusia). Tetapi beliau (Biden) kemudian mengatakan, kalau memang mengundang Putin, undang juga dong Zelenskiy,” ujarnya.

Disinggung mengenai resiko keamanan Presiden Jokowi di Ukraina, Farhan meyakini bahwa semua akan terkendali. Rusia dan Ukraina akan bertanggungjawab jika terjadi sesuatu dengan Jokowi.

“Saya yakin sekali Ukraina dan Rusia akan menjamin keselamatan Pak Jokowi. Karena kalau sampai terjadi sesuatu pada Pak Jokowi, dua duanya (Rusia dan Ukraina) akan rugi,” jelasnya.

Legislator NasDem dari Dapil Jawa Barat I (Kota Bandung dan Kota Cimahi)  itu mengajak seluruh pihak untuk mendukung langkah Presiden Jokowi tersebut. Menurutnya, langkah ini bisa menjadi terobosan perdamaian Rusia-Ukraina, sekaligus mengangkat nama Indonesia.

“Apapun resikonya, siapapun alat negaranya, harus bisa mengakomodasi semangat Pak Jokowi. Untuk kemudian mengatakan I call your brave. Ayo dong, katanya kita pengen punya Presiden sekuat Soekarno,” pungkasnya.

(Dis/*)

Add Comment