a

Wibi Minta Polusi Udara DKI Segera Diatasi

Wibi Minta Polusi Udara DKI Segera Diatasi

JAKARTA (21 Juni): Ketua Fraksi NasDem DPRD DKI Jakarta, Wibi Andrino menyoroti kualitas udara di DKI Jakarta yang memburuk dalam beberapa hari terakhir. Politisi milenial NasDem itu pun mendorong pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta untuk segera melakukan langkah konkret untuk atasi fenomena tersebut.

“Hal ini harus segera diatasi agar tidak memberikan dampak yang lebih parah kepada masyarakat DKI Jakarta,” kata Wibi dalam keterangannya, Senin (20/6).

Wibi menilai tingginya tingkat polutan sangat membahayakan warga Ibu Kota. Sebab, polutan memiliki wujud partikel yang sangat kecil sehingga mudah masuk ke dalam sistem pernapasan. Wibi tidak ingin dampaknya meluas dan membahayakan.

“Ini bisa menyebabkan gangguan pernapasan dan jantung,” kata Wibi.

Anggota Komisi C DPRD DKI itu menyebut gas buangan industri menyumbang hingga 15 persen polusi. Sedangkan gas buangan kendaraan bermotor menyumbang hingga 70 persen polusi. Sisanya berasal dari aktivitas rumah tangga.

“Kendaraan bermotor memberikan kontribusi yang sangat besar dalam meningkatkan polusi udara, apalagi DKI Jakarta merupakan wilayah yang tinggi aktivitas,” papar dia.

Wibi melanjutkan, Pemprov DKI Jakarta harus segera merealisasikan alih energi transportasi umum berbasis tenaga listrik. Saat ini, baru 30 unit bus Transjakarta yang menggunakan tenaga listrik.

“Ini harus ditambah hingga mencapai target sebesar 10 ribu bus listrik beroperasi pada 2030,” tutur dia.

Lebih jauh Wibi pun mendorong Pemprov DKI memulainya dengan perlahan namun pasti. Caranya dengan mewujudkan target jangka pendek berupa 100 bus listrik pada 2022.

“Kami juga mengimbau masyarakat menggunakan transportasi umum untuk mengurangi aktivitas transportasi di DKI Jakarta,” kata Wibi.

Sebelumnya lembaga data kualitas udara, IQ Air, kembali menempatkan kualitas udara Jakarta menjadi yang terburuk di dunia. Kualitas udara Jakarta hingga pukul 07.50 WIB, Jumat, 17 Juni 2022, mencapai indeks 160.

Indeks kualitas udara berdasarkan standar Amerika Serikat (AQ US) menggolongkan indeks 151 hingga 200 merupakan kategori udara tidak sehat. Konsentrasi particulate matter (PM) 2.5 mencapai 14,6 kali lipat di atas standar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

PM 2.5 merupakan polutan pencemar udara yang paling kecil dan berbahaya bagi kesehatan tubuh. Pemandangan kabut menyelimuti gedung-gedung pencakar langit di Jakarta pada pagi ini mengindikasikan kualitas udara yang buruk di tengah cuaca yang berawan. (WH)

Add Comment