a

Mbah Bardi: Rakernas NasDem Wujud Politik Partisipatif

Mbah Bardi: Rakernas NasDem Wujud Politik Partisipatif

JAKARTA (17 Juni): Arena Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I Partai NasDem menjadi panggung Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) untuk menyampaikan usulan calon presiden. Seluruh DPW menyampaikan secara resmi usulan 3 hingga 5 nama bakal calon Presiden. DPW NasDem Daerah Istimewa Yogyakarta mengusulkan empat nama secara abjad yakni Andika Perkasa, Anies Baswedan, Ganjar Pranowo, Rahmat Gobel.

“Usulan keempat capres dari DPW Jogja berdasarkan dua faktor, yakni survei dan aspirasi dari struktur maupun elemen partai yang sudah kita musyawarahkan,” kata Ketua DPW NasDem DIY Subardi, usai pembacaan pandangan umum di Rakernas, Kamis (16/6).

Politisi yang akrab disapa Mbah Bardi itu menambahkan kedua faktor tersebut menegaskan bahwa Partai NasDem berpegang teguh pada asas demokrasi dan musyawarah mufakat. Mbah Bardi mengatakan, mekanisme pencapresan dalam Rakernas bukan berdasarkan selera elit partai, melainkan aspirasi seluruh elemen partai.

“Mekanisme pencapresan NasDem bukan selera elit. Di NasDem, Rakernas merupakan proses demokrasi yang melibatkan seluruh elemen maupun struktur Partai. NasDem tidak mau struktur hanya jadi penonton,” terang dia.

Lebih jauh Mbah Bardi menambahkan perjalanan menuju Rakernas juga membuktikan bahwa Partai NasDem di tingkat wilayah turut meramaikan jagat pemberitaan menuju Pemilu 2024.

Menurut Mbah Bardi, ajang Rakernas seperti rekrutmen terbuka kepada putra-putri terbaik bangsa untuk menjadi Bakal Calon Presiden dan Wakil Presiden. Rekrutmen dilaksanakan secara demokratis, terbuka dan partisipatif.

“Ini adalah wujud politik partisipatif. NasDem mendobrak pakem bahwa urusan Capres itu instruksional dari pusat. Buktinya, tiap daerah usulannya bermacam-macam sesuai aspirasi daerah itu. Nanti Ketua Umum akan memilih bakal calon itu berdasarkan usulan dari 34 DPW,” demikian pungkas Mbah Bardi.

(WH)

Add Comment