a

Surya Paloh Tegaskan Pemilu bukan Ajang Adu Domba

Surya Paloh Tegaskan Pemilu bukan Ajang Adu Domba

JAKARTA (16 Juni): Ketua Umum (Ketum) Partai NasDem, Surya Paloh membuka Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Partai NasDem dengan tema ‘Restorasi:Meneguhkan Politik Kebangsaan’, di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta, Rabu (15/6). Rakernas Partai NasDem berlangsung hingga Jumat (17/6).

Hadir dalam rakernas tersebut, fungsionaris DPP, DPW, DPD, badan dan sayap Partai NasDem seluruh Indonesia. Hadir pula, Majelis Tinggi, Dewan Pertimbangan, Dewan Pakar, dan Mahkamah Partai NasDem.

Surya Paloh dalam pengarahannya menegaskan, rakernas ini adalah ajang peneguhan kembali politik kebangsaan Partai NasDem. Politik Kebangsaan adalah sebuah garis politik yang telah menjadi komitmen sejak awal berdirinya Partai NasDem.

“Kompetisi dalam pemilu adalah sebuah keniscayaan, dan itu adalah kompetisi yang akan berulang setiap lima tahun sekali. Yang lebih penting adalah menjaga keberlangsungan dan eksistensi bangsa dan negara ini. Di atas urusan pemilu, ada politik kebangsaan, politik yang mengutamakan kepentingan bangsa, yang harus ada di atas kepentingan kelompok politik,” kata Surya.

Surya meyakini seluruh institusi partai politik memiliki niat baik untuk membangun bangsa. Ia tidak menginginkan kompetisi dalam pemilu menyebabkan terbelahnya persatuan bangsa Indonesia.

“Kita tidak ingin melihat negara ini berubah haluan, ideologi, mendapatkan ideologi baru seperti negara khilafah misalnya, atau negara fasistis, atau terjebak urusan Jawa dan non Jawa, pribumi atau non pribumi, tidak ada itu,” tandasnya.

Partai NasDem, imbuhnya, tetap konsisten pada jalan restorasi dan gerakan perubahan untuk melihat Indonesia ke depan tetap dalam persatuan.

Surya pun mengimbau agar dua pemilu terakhir yang menyebabkan polarisasi di masyarakat untuk menjadi pelajaran bagi semua kalangan.

“Pemilu adalah amanah konstitusional, bukan ajang untuk adu domba, apalagi pecah belah. Terlalu mahal jika harga untuk berkuasa lima hingga sepuluh tahun, kita mengorbankan apa yang telah kita capai dalam kurun waktu yang cukup panjang yakni bangunan keutuhan bangsa dan negara ini,” tegasnya.

Orang nomor satu di Partai NasDem itu menambahkan, agar persoalan identitas tidak lagi dipermasalahkan, apalagi untuk kepentingan politik semata. Para pendiri bangsa sudah sepakat untuk mendirikan negara untuk seluruh golongan.

“Tidak ada lagi kami dan kalian, tidak ada lagi kelompokku dan kelompokmu, golonganku dan golongan mu, hanya ada satu kata, Kita Indonesia,” tandas Surya.

Di hadapan sekitar 7000 kader NasDem yang datang dari seluruh wilayah Indonesia dan perwakilan luar negeri, Surya mengatakan, masa ini adalah masa penyembuhan dan pemulihan bagi bangsa Indonesia. Bukan hanya dari dampak proses politik, namun juga dampak pandemi Covid-19 yang menyerang tidak hanya aspek kesehatan tetapi juga ekonomi dan sosial.

“Saat ini adalah masa berbenah, pemulihan, dan penyembuhan. Partai NasDem harus mulai menyebarkan semangat dan harapan,” pungkasnya.

(Dis/*)

Add Comment