a

Surya Paloh: Butuh Keteladanan dalam Menggapai Cita-cita Bangsa

Surya Paloh: Butuh Keteladanan dalam Menggapai Cita-cita Bangsa

JAKARTA (8 Juni): Butuh keteladanan dan pengorbanan untuk mewujudkan cita-cita para pendiri bangsa. Pertikaian diantara para elit, apalagi mementingkan kepentingan pribadi juga harus dihindari agar tidak mengganggu proses pembangunan dan stabilitas negeri.

Demikian diutarakan Ketua Umum (Ketum) Partai NasDem, Surya Paloh dalam program Special Election Interview at Prime Time News Dinamika Politik Jelang Pemilu 2024 ‘Negara Butuh Keteladanan dan Pengorbanan Pemimpin’ Selasa (7/6).

Beberapa waktu ke belakang Surya juga telah menerima kunjungan silaturahmi dari sejumlah elit partai politik tanah air. Surya meyakini bahwa elit politik memiliki peran penting dalam memberi harapan dan optimisme kepada publik dalam mengisi kemerdekaan.

“Semuanya saya pikir insyaallah akan memberikan suatu yang berarti jauh lebih baik. Tapi saya mengambil suatu sikap jauh barangkali harusnya lebih mengambil pro aktif untuk mengajak kawan-kawan agar kita bisa berkomunikasi setiap saat,” kata Surya.

Ketua Umum NasDem kelahiran Kutaraja Banda Aceh itu juga menekankan, Pemilu 2024 merupakan momentum untuk menawarkan gagasan dan membangun kesadaran masyarakat sehingga melahirkan antusias hingga partisipasi publik yang lebih kuat dibanding dengan pesta demokrasi sebelumnya.

“Bukan sebaliknya mereka menempatkan posisi pada golput golongan putih,  pasif, skeptis, masa bodo, ini salah satu misi kita bersama tugas kita bersama untuk membangun kesadaran masyarakat,” ujarnya.

Surya juga ingin membangun kesadaran diantara para elit partai bahwa menjaga bangsa ini merupakan tugas dan amanah bersama sehingga tujuan-tujuan dan cita-cita berdirinya bangsa ini semakin dekat digapai.

“Dan ini juga amanah dari para founding fathers bangsa kita nah kita mengisi kemerdekaan ini jangan dari waktu ke waktu kita semakin jauh dari tujuan-tujuan yang ingin kita capai,” ungkap Surya menegaskan.

Menurut Surya, ada banyak hal yang bisa dielaborasi dari cita-cita kemerdekaan, namun yang paling sederhana adalah semakin kokoh kecintaan publik kepada bangsanya, meningkatnya kesejahteraan sosial, hingga kemampuan yang lebih baik dalam merespon modernisasi yang terus berkembang.

“Ini bagian-bagian yang bisa kita elaborate bersama,” kata Surya.

Kesempatan itu lanjut Surya ada di depan mata dan tidak boleh disia-siakan begitu saja. Menurut dia Indonesia akan kehilangan semua itu apabila tidak memiliki kesadaran betapa penting stabilitas nasional.

“Stabilitas nasional ini harus terus terjaga. Menurut saya ini adalah bagian yang amat diperlukan agar tetap terjaga untuk melanjutkan proses akselerasi pembangunan kehidupan kebangsaan kita dari semua aspek kehidupan yang kita miliki,” tambah dia.

Surya melanjutkan tantangan terbesar saat ini adalah masyarakat memiliki kehidupan demokrasi super bebas yang mengantarkan semakin kentalnya pemahaman individualistik yang sangat dekat hubungannya dengan pendekatan materialistik yang dinilainya amat sangat berbahaya.

“Tantangan besar bangsa saat ini ketika tidak ada yang mengingatkan tidak ada yang mewaspadai bahwa sistem kebebasan yang seperti ini harus disertai oleh semakin baiknya pemahaman, pengetahuan masyarakat,” kata dia.

Menurut Surya, fenomena tersebut tidak bisa diserahkan pada masyarakat begitu saja. Pasalnya peran elit sebagai lokomotif seharusnya bisa membawa dan menawarkan pikiran-pikiran perubahan pada masyarakat dan membangun kesadaran masyarakat bahwa kebebasan tidak hanya berhenti pada kebebasan.

“Kebebasan harus bisa kita sertakan juga untuk membangun kesadaran untuk membangun kewajiban ada keseimbangan antara kewajiban dan kebebasan atau sebaliknya dan ketika ini timpang ini tantangan terbesar,” kata dia.

Surya menegaskan bahwa ada kepentingan yang jauh lebih besar dan bukan berhenti pada Pemilu semata. Melainkan adanya kepentingan jangka panjang bangsa Indonesia. Untuk itu diperlukan pemahaman dan keteladanan dari para elit guna menghindari disharmoni melalui pikiran-pikiran positif untuk bangsa Indonesia hari ini dan ke depan.

“Di sini saya ingin membangun teman-teman pemahaman yang sama barangkali perlu kita pikirkan pertikaian diantara para elit itu bisa membawa resonansi kepada masyarakat, sementara mereka membutuhkan kehadiran para elit ini,” demikian tutup Surya.

(WH)

Add Comment