a

Yessy Dorong Kolaborasi Majukan Perikanan Budidaya Kalbar

Yessy Dorong Kolaborasi Majukan Perikanan Budidaya Kalbar

SINTANG (18 Mei): Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi Partai NasDem, Yessy Melania mendorong pemerintah dan masyarakat berkolaborasi memajukan sektor perikanan budidaya di Kalimantan Barat (Kalbar).

“Temu lapang sebagai langkah membangun keberlanjutan komunikasi, sinergi, dan tindak lanjut atas bantuan pemerintah khususnya dari Ditjen Perikanan Budidaya KKP (Kementerian Kelautan dan Perikanan), seperti bioflok, benih, dan mesin pakan kepada masyarakat Kalbar,” ujar Yessy saat menghadiri temu lapang bersama masyarakat pembudidaya keramba jaring apung, di Sintang, Kalbar, Rabu (18/5).

Di Kabupaten Sintang, kata Yessy, pada tahun 2021  KKP telah menyalurkan bantuan kepada masyarakat di antaranya satu unit bioflok, satu unit mesin pembuat pakan ikan, dan ribuan benih ikan. Rencananya pada 2022, KKP akan menyalurkan dua unit bioflok, satu unit mesin pembuat pakan ikan, dan 250 ribu benih ikan yang akan diberikan kepada masyarakat perikanan di Sintang.

“Saya meminta Balai Perikanan Budidaya Air Tawar (BPBAT) Mandiangin memastikan keberlanjutan program ke masyarakat. Masyarakat wajib dibina dan aktif bertanya agar setiap program bantuan sukses dan menghasilkan dampak di masyarakat,” tambah Legislator NasDem itu.

BPBAT Mandiangin juga diminta mentransfer program menjadi transfer skill dan pengetahuan. Yessy berharap, BPBAT Mandiangin tidak hanya sebagai fasilitator program, namun memberikan skill dan edukasi kepada masyarakat kelautan dan perikanan agar bisa berhasil mengembangkan usaha di sektor perikanan.

Legislator NasDem dari Dapil Kalimantan Barat II (Sanggau, Sintang, Kapuas Hulu, Sekadau, dan Melawi) itu menambahkan, potensi ikan di Sintang sangatlah besar. Berdasarkan data BPS, total luas kolam di Kabupaten Sintang mencapai 1110 ha.

Data dari Provinsi Kalbar mencatat, pada 2019 produktivitas ikan kolam di Sintang mencapai 1,4 juta ton/tahun dan produktivitas ikan di keramba mencapai 469 ribu ton/tahun. Produksi ikan di Sintang didominasi nila dan ikan lele. Sedangkan, untuk produktivitas ikan di perairan umum tahun 2019 tercatat sebanyak 1,2 juta ton didominasi ikan lais, jelawat, jambal, baung dan sili.

Selain itu, Yessy juga mendorong dikembangkan budidaya ikan endemik dan lokal yang kian terancam di habitat aslinya. Ikan endemik dan lokal terancam karena tekanan pencemaran dan penurunan kualitas sungai.

“Saya mendorong BPBAT Mandiangin melakukan restoking bersama pemda, di sungai dan danau yang ada di wilayah Dapil KalBar II untuk menjaga ekosistem dan keberadaan ikan lokal,” ungkap Yessy.

Menurut Yessy, perikanan lokal dan endemik di Kalbar sangat potensial. Unit pelaksana teknis Mandiangin dan masyarakat harus berkolaborasi dalam mendorong perikanan PUD (Perairan Umum Daratan) di Kalbar agar terus maju.

“Tidak hanya dengan bantuan reguler seperti benih, calon induk, dan mesin pakan. Namun juga infrastruktur pendukung seperti aktivasi Balai Benih Ikan, jalur logistik ikan, alat berat, rehabilitasi UPR (unit pembenihan rakyat), keramba, dan lain-lain,” tandasnya.

(YM/Dis/*)

Add Comment