a

NasDem Desak Kemenpora Berangkatkan Atlet 14 Cabor ke SEA Games Vietnam

NasDem Desak Kemenpora Berangkatkan Atlet 14 Cabor ke SEA Games Vietnam

JAKARTA (7 Mei): Anggota Komisi X DPR RI dari Fraksi Partai NasDem, Mohammad Haerul Amri mendesak Kemenpora tetap memberangkatkan para atlet untuk bisa bertanding di perhelatan SEA Games 2021, 12 Mei 2022 mendatang.

Reaksi Sekjen DPP Garda Pemuda NasDem tersebut terkait sejumlah atlet dari 14 cabang olahraga yang batal berangkat karena hasil penilaian tim review bentukan Kemenpora.

Pemerintah resmi hanya mengirimkan 476 atlet dari 32 cabang olahraga (cabor) untuk bersaing di ajang SEA Games 2021 di Vietnam.

“Ini membuat pengiriman atlet lebih sedikit dari SEA Games 2019, sehingga menimbulkan banyak kekecewaan. Apalagi saat atlet dari beberapa cabang tetap tidak diperbolehkan ikut sekalipun dengan menggunakan biaya mandiri,” ungkap Haerul Amri dalam keterangannya, Jumat (6/5).

Aam, begitu Haerul Amri akrab disapa, mengatakan, sejumlah atlet yang tidak bisa berangkat itu sebenarnya sudah menorehkan medali emas di PON XX Papua. Mereka antara lain Fajar Abdul Rohman, atlet cabang olahraga senam asal Sumatera Selatan peraih medali emas di PON XX Papua, Sutjiati Kelanaritma Narendra peraih dua emas dan satu perak di PON XX.

Menurut Aam, apa yang menimpa Sutjiati seharusnya tidak terjadi. Saat usia belia, dia lebih memilih pulang dari Amerika Serikat ke Indonesia. Nyatanya, ekspektasi berkontribusi untuk Indonesia sebagaimana panggilan Presiden Jokowi dijawab dengan pembatalan ikut event olahraga internasional seperti SEA Games di Hanoi.

“Berangkat dengan biaya mandiri pun tidak boleh. Padahal Sutjiati di PON meraih tiga medali. Sebelum ke Indonesia dia atlet pilihan Amerika Serikat dengan proses seleksi yang ketat. Aset bangsa seperti ini harusnya dapat ruang yang luas untuk mengharumkan bangsanya di level internasional,” terang Aam.

Peluang prestasi, tambah Aam, bisa jadi juga diraih atlet dari berbagai cabang lain yang dibatalkan berangkat. Ia pun mengaku heran dengan argumentasi Kemenpora dan tim yang ditunjuk untuk menentukan siapa saja atlet yang akhirnya diberangkatkan.

Menurut Legislator NasDem itu, selama ini banyak atlet yang cukup mengharumkan nama Indonesia di kancah dunia internasional. Oleh sebab itu, amat disayangkan bila mereka tidak bisa bermain dalam pesta olahraga terbesar di Asia Tenggara itu hanya karena konflik internal di federasinya.

“Alasan-alasan yang dimiliki Kemenpora harusnya tidak sepihak. Harusnya bisa mengupayakan para atlet bertanding di ajang SEA Games 2021. Saya yakin mereka bisa membawa harum nama Indonesia di SEA Games 2021,” kata Aam.

Ketua Bidang Pemuda dan Olahraga DPP Partai NasDem itu menegaskan masalah organisasi yang terjadi di federasi seperti dalam Pengurus Pusat (PP) Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PTMSI) tidak boleh mengorbankan para atlet. Imbasnya, atlet terkesan dikorbankan sehingga tidak punya kesempatan untuk memberi berkontribusi positif terhadap pembangunan olahraga.

Ia berpendapat, seharusnya adanya masalah dan alasan-alasan yang disampaikan tim review perlu dibahas bersama banyak pihak, salah satunya Komisi X DPR RI.

Wakil Ketua Umum PP GP Ansor itu juga mengatakan Indonesia dibangun atas dasar semangat gotong royong. Apalagi, dalam sejarahnya dalam keadaan terbatas, negeri ini bisa merebut kemerdekaannya pada 17 Agustus 1945.

Artinya, kata Aam, seluruh pihak harus menyadari bahwa alasan biaya atau anggaran tidak relevan jadi alasan pembatalan keberangkatan atlet.

Aam memberikan gambaran skema terkait dengan masalah pembatalan keberangkatan atlet. Pihak Kemenpora duduk bersama dengan Komisi X DPR, federasi olahraga masing-masing dan berbagai pihak termasuk swasta yang sudah teruji dalam menopang keberlangsungan atlet nasional.

“Padahal pasti banyak yang keberatan jika atlet batal berangkat dengan alasan peluang prestasi, anggaran dan konflik federasi. Apalagi, banyak pihak swasta, BUMN yang sudah terbiasa menopang penuh kemajuan prestasi olahraga nasional,” tegas Aam.

Legislator NasDem dari Dapil Jawa Timur II (Pasuruan dan Probolinggo) itu berharap, berbagai alasan dan masalah pembatalan keberangkatan atlet bisa diselesaikan sebelum ajang SEA Games 2021 dimulai.

“Saya harap Kemenpora segera melakukan upaya agar para atlet tenis meja bisa bertanding di SEA Games 2021,” katanya.

Ke-14 cabor tersebut yaitu bola tangan indoor dan pantai, dansa, petanque, kurash, futsal, biliar, tenis meja, muaythai, xiangqi, loncat indah, senam ritmik, senam aerobik, binaraga dan sepak bola putri.(RO/*)

Add Comment