a

Rico Sia Gelar Bimtek Dorong IKM Papua Barat

Rico Sia Gelar Bimtek Dorong IKM Papua Barat

SORONG (20 April): Anggota Komisi VII DPR RI dari Fraksi Partai NasDem, Rico Sia bersama Ditjen Industri Kecil Menengah dan Aneka Kementerian Perindustrian menggelar bimbingan teknis (Bimtek) ‘Penumbuhan dan Pengembangan Wirausaha Baru Industri Kecil Menengah (WUB IKM) di Provinsi Papua Barat. Bimtek diselenggarakan empat hari dari 19-22 April 2022.

Bimtek digelar serentak di enam daerah di Papua Barat, yakni Kabupaten Sorong Selatan, Kabupaten Raja Ampat, Kabupaten Maybrat, dan Kabupaten Tambrauw secara virtual. Sementara Kota dan Kabupaten Sorong berlangsung di Ballroom Hotel Vega, Kota Sorong.

Dalam sambutannya Rico Sia mengatakan, bimtek bertujuan mendukung dan mendorong usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), dan industri migas maupun nonmigas agar kembali pulih pasca pandemi Covid-19. Selain itu, juga menjadi upaya dalam peningkatan daya saing, jumlah populasi, dan penyerapan tenaga kerja pada IKM di Papua Barat.

“Dengan pembinaan yang berkesinambungan dan tepat sasaran, angka keberhasilan penumbuhan wirausaha di timur Indonesia akan tumbuh pesat dan dapat mengambil alih bisnis mikro yang ada di seluruh Indonesia, terutama di Papua Barat,” ujar Legislator NasDem itu.

Lewat bimtek yang diadakan, Rico berharap pelaku IKM di Papua Barat bisa menjaga kualitas dan memiliki mental yang kuat, serta memiliki daya saing.

“Harapan saya adalah IKM kita mendapat dukungan dari pemerintah daerah khususnya, untuk bisa mendukung penuh geliat-geliat pelaku IKM dalam menumbuhkan dan mengembangkan produk-produk yang dihasilkan,” kata Rico.

Legislator NasDem dari Dapil Papua Barat itu menjelaskan, industri migas maupun non migas di Provinsi Papua Barat semua terpusat di Sorong. Kota Sorong merupakan tempat strategis pintu keluar masuk dan transit kota-kota lain di Papua Barat. Selain itu, Kota Sorong juga merupakan kota industri, perdagangan dan jasa, karena kota Sorong dikelilingi kabupaten lain yang mempunyai sumber daya alam yang sangat potensial, sehingga membuka peluang bagi investor dalam maupun luar negeri menanamkan modalnya.

Kota Sorong juga mempunyai potensi-potensi industri non migas yang sangat menonjol di Papua Barat. Salah satunya ialah hasil laut. Rico berharap, hasil laut Sorong yang diekspor bisa diolah terlebih dahulu, sehingga ada nilai tambah dan menciptakan peluang kerja bagi masyarakat di daerah tersebut.

Bimtek di setiap daerah berfokus pada produk atau jasa tertentu. Kota Sorong untuk batik Papua dan kerajinan kayu, Kabupaten Sorong (service HP dan pengelasan), Kabupaten Sorong Selatan (anyaman dan sagu), Kabupaten Tambrauw (olahan kelapa dan perbengkelan roda), Kabupaten Maybrat (noken dan olahan kacang merah), dan Kabupaten Raja Ampat (motor tempel dan olahan hasil laut). (sonia/dis/*)

Add Comment