a

Subardi Desak Polisi Tindak Tegas Klitih di Yogyakarta

Subardi Desak Polisi Tindak Tegas Klitih di Yogyakarta

YOGYAKARTA (4 April): Anggota DPR RI Fraksi Partai NasDem, Subardi mendesak polisi mengusut tuntas pelaku kriminal yang menewaskan seorang siswa Kelas XI IPS 3, SMA Muhammadiyah 2 Yogyakarta bernama Daffa Adzin Albasith. Korban disabet pakai gir oleh orang tidak dikenal di Gedongkuning, Rejowinangun, Kotagede, Yogyakarta, Minggu (3/4) dini hari saat hendak pulang ke kosnya seusai membeli makan sahur.

Menurut Subardi aksi kriminal jalanan atau lazim disebut klitih tersebut harus diusut dan diproses hukum dengan tindakan tegas. Subardi khawatir tren kenaikan kasus klitih kian mengancam keselamatan para pemuda, pelajar maupun mahasiswa.

“Kepolisian harus segera tangkap pelaku. Tindakan keji ini tidak bisa dibiarkan terlalu lama,” tandas Legislator NasDem dari Dapil DIY itu.

Kejadian tersebut menambah daftar kejam aksi kriminal jalanan di Yogyakarta. Menurut Subardi peristiwa klitih tidak dapat dibiarkan walau kebanyakan pelaku kejahatan masih di bawah umur.

“Tidak ada maaf dengan alasan pelaku masih di bawah umur. Ini tindakan sadis dan kejam sekali. Apalagi bila dilihat dari kasus yang ada, hampir 90 persen klitih pelakunya mengkonsumsi minuman keras atau bahkan narkoba,” jelas Ketua DPW NasDem DIY itu.

Subardi juga mendesak polisi agar kasus itu menyeret seluruh geng klitih yang terlibat. Hal-hal pemicu klitih seperti hubungan antargeng melalui peredaran minuman keras maupun narkoba tidak boleh diabaikan.

“Masyarakat ingin tindakan hukum yang konkret dan menyeluruh. Pelaku punya keterkaitan antargeng dan ini berbahaya sekali. Sekali lagi saya berharap, kita percayakan kepada polisi. Tetapi harus cepat dan tegas,” pungkasnya

Kejadian itu bermula saat korban Daffa Adzin Albasith, pelajar asal Kebumen, Jawa Tengah, itu melintas di kawasan Gedongkuning dari arah selatan ke utara berboncengan dengan temannya menggunakan sepeda motor, seusai membeli makan sahur. Saat itu mereka disalip segerombolan remaja berjumlah sekitar lima orang dengan mengendarai dua sepeda motor.

Kawanan tersebut kemudian menunggu di timur jalan. Saat korban melintas tiba-tiba salah seorang dari gerombolan tersebut menyabetkan gir yang dibungkus sarung ke arah kepala korban.

Korban langsung roboh, sementara gerombolan pelaku melarikan diri ke arah selatan. Korban sempat dilarikan ke Rumah Sakit Harjolukito namun nyawanya tidak tertolong.

Kasi Humas Polresta Yogyakarta, AKP Timbul Sasana Raharja menegaskan kasus itu dalam penanganan petugas. Saat ini jajaran Polresta Yogyakarta maupun Polsekta Kotagede tengah melakukan penyelidikan untuk mengungkap dan menangkap pelaku kejahatan jalanan tersebut.

“Masih dalam tahap lidik yang dilakukan oleh anggota,” tegas Timbul, Senin (4/4).

(NK/*)

Add Comment