a

Eryani Kawal Distribusi Pupuk Bersubsidi di Indramayu Merata

Eryani Kawal Distribusi Pupuk Bersubsidi di Indramayu Merata

INDRAMAYU (23 Maret) : Anggota Komisi IV DPRD Jabar dari Partai NasDem, Eryani Sulam mengatakan permasalahan distribusi pupuk bersubsidi masih menjadi kendala bagi para petani di Kabupaten Indramayu. Hal tersebut didapatkan dia berdasarkan aspirasi warga dalam kunjungan resesnya.

Menurut dia para petani Indramayu mengeluhkan sulitnya mendapatkan pupuk bersubsidi di daerahnya.  Kondisi itu pun dinilainya perlu menjadi perhatian bersama.

“Keterbatasan stok pupuk bersubsidi saat ini masih dirasakan oleh sebagian para petani,” ujar Eryani Sulam, Rabu (23/3).

Eryani mengatakan jika dilihat dari distribusi sebaran pupuk antar desa belum merata meski kebutuhan pupuk para petani di tiap desa itu berbeda. Untuk itu, dirinya meminta kepada Pemprov Jabar dan pemerintah pusat untuk segera mengatasi distribusi pupuk agar para petani dimudahkan memperoleh pupuk terutama yang bersubsidi.

“Pemerintah daerah sebetulnya memiliki data lahan pertanian. Baik tanaman pangan maupun palawija. Dari data ini seharusnya sudah terlihat tingkat kebutuhan pupuk yang dipetakan berdasarkan luas lahan pertanian tiap desa,” sambung dia.

Eryani meyakini kebutuhan petani akan pupuk dapat ditanggulangi. Dia memberikan ilustrasi apabila untuk satu desa diberikan subsidinya untuk kebutuhan sekitar 600 hektar lahan dengan perbandingan  1 hektar 1 kuintal pupuk urea.

“Nah kalau ini berjalan saya yakin ketersediaan pupuk akan mencukupi,” kata dia.

Selain itu Eryani menambahkan para petani juga harus mengikuti saran dari penyuluh pertanian untuk penggunaan pupuk.

“Jangan sampai penggunaan pupuk ini dipakai secara berlebihan atau dimanfaatkan untuk keperluan lain. Jadi permasalahan ini nanti akan saya sampaikan melalui Fraksi di dewan agar segera ditindak lanjuti oleh dinas terkait,” tutur dia.

Pada kegiatan reses beberapa waktu lalu itu juga warga mengeluhkan kurangnya perhatian pemerintah terhadap keberadaan guru ngaji di daerah. Menurut warga keberdaan madrasah diniyyah takmaliyyah di Kabupaten Indramayu cukup banyak namun tingkat kesejahteraan para guru ngaji dinilai masih kuranng.

Untuk itu Eryani meminta kepada pemerintah daerah dan Kementerian Agama agar memperhatikan kesejahteraan guru ngaji madrasah ini.

“Ini masalah pembentukan moral agama yang menjadi dasar kebutuhan spritual untuk membentuk akhlak masyarakat, jadi saya minta ini diperhatikan juga,” demikian tutup Eryani.

(WH)

Add Comment