a

NasDem Minta PLN Babel Perhatikan Suplai Listrik Jelang Ramadan

NasDem Minta PLN Babel Perhatikan Suplai Listrik Jelang Ramadan

MATARAM (19 Maret): Anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi Partai NasDem, Zuristyo Firmadata mempertanyakan masalah pasokan listrik yang belum terselesaikan secara maksimal.

Zuristyo mengatakan itu saat mengikuti Kunjungan Kerja Spesifik Komisi VI DPR ke PT PLN Persero dan PT Telkom Indonesia di Mataram, Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), Jumat (18/3).

“Saya minta agar PT PLN lebih memperhatikan suplai listrik menjelang bulan Ramadan khususnya di Kepulauan Bangka Belitung,” ungkap Zuristyo. 

Menurut Tyo, sapaan akrab Zuristyo, setelah melakukan investigasi ke beberapa titik di Kepulauan Bangka Belitung (Babel), dia masih menemukan kasus pemadaman listrik.

“Tujuan saya melakukan investigasi langsung ke lapangan untuk mengecek kondisi masyarakat. Mereka merasa terganggu aktivitasnya di berbagai leading sector, seperti ekonomi dan sebagainya,” terang Tyo.

Ditambahkan, pemadaman listrik terjadi hampir setiap satu hari sekali.

Legislator NasDem dari Dapil Bangka Belitung itu menanyakan apa sesungguhnya masalah yang dihadapai PLN. Apakah terkait mesin, sehingga perlu maintenance sehingga terjadi pemadaman listrik? Atau adanya permainan dalam pembelian peralatan sehingga patut untuk dicurigai? Atau mungkin saja ada pembelian barang dengan kualitas rendah sehingga menyebabkan cepatnya terjadinya kerusakan.

“Jangan sampai integritas PLN menjadi luntur hanya gara-gara persoalan seperti ini. Saya berharap hal ini segera diantisipasi demi menyelamatkan keberlangsungan hidup masyarakat Bangka Belitung,” tegasnya.

Tyo juga menegaskan dengan seringnya terjadi pemadaman listrik akan berimbas pada cepat rusaknya alat-alat elektronik milik masyarakat.

Ketua DPW Partai NasDem Bangka Belitung itu berharap menjelang bulan suci Ramadan suplai listrik di Bangka Belitung sudah mulai stabil.

“Saya sangat berharap kepada PT PLN agar mengerahkan pasukannya untuk segera menyelesaikan persoalan ini. Karena di bulan Ramadan banyak sekali aktivitas masyarakat yang bergantung pada listrik,” pungkasnya.

(Obay/*)

Add Comment