a

Subardi Fasilitasi Perawatan Wagini ke Rumah Sakit

Subardi Fasilitasi Perawatan Wagini ke Rumah Sakit

WATES (2 Maret): Anggota Komisi II DPR RI dari Fraksi Partai NasDem, Subardi melalui rumah aspirasinya di Kulonprogo membawa Wagini, 40,  ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Nyi Ageng Serang, Kulonprogo, Selasa (1/3).

Itu merupakan pemenuhan janji Subardi pada Muhammad Wahid,8, bocah asal Kulonprogo yang merawat ibunya, Wagini yang menderita lumpuh.

“Tanggal 24 Februari lalu saya datang ke rumah Wahid sekaligus membawa dokter. Saat itu saya janji kepada Wahid, minggu depan (hari ini) akan membawa ibunya ke rumah sakit untuk dirawat. Saya tepati. Sekarang diurus rumah aspirasi saya di sana,” kata Subardi.

Wagini dijemput di rumahnya di Padukuhan Sambiroto, Kalurahan Banyuroto, Kapanewon Nanggulan, Kulonprogo menggunakan ambulans. Seluruh kebutuhan dan administrasi hingga pemanfaatan BPJS, semuanya ditanggung Subardi.

“Ambulans sudah di Kulonprogo. Urusan administrasi sudah diselesaikan, tinggal perawatan bu Wagini secara intens akan dikawal terus koordinator rumah aspirasi saya di Kulonprogo,” ujar Legislator NasDem dari Dapil DIY itu.

Setiba di RSUD Nyi Ageng Serang, Wagini yang ditemani Wahid langsung ditangani pihak medis. Wagini diketahui menderita Myasthenia Gravis (MG), sebuah penyakit autoimun yang menyebabkan gangguan neuromuskuler, yaitu kondisi yang menyebabkan kerusakan sistem otot dan saraf. Penyakit ini diderita Wagini sejak 2014. Kondisinya kian parah hingga pada awal 2021, kaki dan sebagian tubuhnya lumpuh.

Pihak RSUD merekomendasikan Wagini untuk dirujuk di RS Sardjito Sleman karena keterbatasan alat operasi. Informasi ini didapat Subardi berdasarkan laporan dari koordinator rumah aspirasinya.

“Saya dapat kabar terbaru bu Wagini harus dirawat di RS Sardjito. Saya minta rumah aspirasi untuk tetap mengawalnya. Ini komitmen kemanusiaan saya agar bu Wagini disembuhkan,” tegas Ketua DPW NasDem DIY itu.

Sebelumnya, kondisi memprihatinkan Wagini yang lumpuh tersebar luas di media sosial. Wahid sang anak, menjadi ‘kaki tangan’ Wagini. Ia hidup sebatangkara. Sang ayah telah lama pergi meninggalkan keluarganya sejak Wahid masih balita. Wahid merupakan anak bungsu dari dua bersaudara. Kakaknya, Iwan Nursalam,14, jarang di rumah karena bekerja mencari kelapa.

Wahid terpaksa jarang bersekolah, meski tercatat sebagai siswa kelas 2 di SD Negeri Sambiroto. Sejak Wagini menderita lumpuh, Wahid merawat sang ibu mulai dari bersih-bersih, mencari kayu bakar, memasak, hingga ikut menjual kelapa. Sehari-hari bocah pendiam itu kehilangan waktu bermain bersama teman-temannya. Ia hanya bisa bermain tak jauh dari rumahnya agar bisa memantau sang ibu.

“Bakti Wahid kepada sang ibu sungguh membuat saya kagum,” kata Subardi saat menjenguk Wagini ke rumahnya beberapa waktu lalu.

(NK/Dis/*)

Add Comment