a

Terancam Batal Ikut Kualifikasi Piala Dunia, PSAI Sampaikan Keluhan ke NasDem DKI

Terancam Batal Ikut Kualifikasi Piala Dunia, PSAI Sampaikan Keluhan ke NasDem DKI

JAKARTA (16 Februari): Jajaran pengurus Persatuan Sepakbola Amputasi Indonesia (PSAI) atau Indonesia Amputee Football (INAF) sampaikan aspirasinya ke Fraksi NasDem DPRD DKI Jakarta dalam rangka memaparkan persiapannya untuk mengikuti Kualifikasi Piala Dunia Sepakbola Amputasi di Bangladesh, pada Maret mendatang.

Kedatangan para atlet dan jajaran pengurus INAF ke kantor Fraksi NasDem DKI Jakarta di kawasan Kebon Sirih, Jakarta Pusat itu diterima langsung dengan hangat oleh Ketua Fraksi NasDem Wibi Andrino bersama anggota Fraksi NasDem DKI, Hariadi Anwar dan Hasan Basri Umar.

Sekjen PSAI, Sutomo mengatakan bahwa saat ini PSAI terancam batal mengikuti Kualifikasi Piala dunia Sepakbola Amputasi di Bangladesh. Hal ini karena masih adanya berbagai kendala, mulai dari masalah administrasi, serta sarana dan prasarana lainnya.

“Kami ini menyampaikan kendala yang dihadapi Timnas yang terancam tak bisa mengikuti kualifikasi piala dunia di Bangladesh, karena masih terkendala masalah administrasi, lapangan untuk berlatih, sarana dan prasarana lainnya, padahal mereka hanya memiliki sisa waktu 25 Hari sebelum bertanding nanti,” ujar Sutomo, Selasa (15/2).

Dalam kesempatan tersebut, Ketua Fraksi NasDem DKI, Wibi Andrino mengatakan pihaknya bersama Fraksi NasDem DKI Jakarta berkomitmen akan terus bersama-sama menjaga semangat dan memperjuangkan aspirasi tersebut dan mendorong agar pemerintah lebih memperhatikan sahabat disabilitas.

“Pemerintah Pusat yakni Kementerian Pemuda dan Olahraga harus bisa mendukung teman-teman INAF untuk berangkat karena ini adalah nama baik Indonesia dan dari segi penyandang disabilitas ini merupakan isu dunia bahwasanya Indonesia harus memberikan perhatian serius dari gerakan-gerakan seperti ini,” kata Wibi.

Wibi menambahkan, Fraksi NasDem DKI akan menyampaikan permasalahan ini dengan rekan-rekan Fraksi NasDem di DPR RI untuk membantu proses komunikasi antara INAF dengan Kemenpora.

“Tadi sudah disampaikan juga dengan PSSI, tapi tetap holdingnya ada di Kemenpora. Harapannya dalam waktu 25 hari ini bisa ada jawaban daripada kepastian bahwa teman-teman ini bisa berangkat atau tidak,” pungkasnya.

(Nasdem Jakarta/BH/FM/WH).

Add Comment