a

Legislator NasDem Dukung Penghentian Sementara PTM di Kota Bogor

Legislator NasDem Dukung Penghentian Sementara PTM di Kota Bogor

BOGOR (3 Februari): Keputusan Pemerintah Kota Bogor, Jawa Barat menghentikan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) 100 persen di semua jenjang pendidikan imbas lonjakan kasus Covid-19 mendapat dukungan dari Anggota Legislatif DPRD Kota Bogor Partai NasDem, Devie Prihartini Sultani.

Jumlah kasus positif yang menerpa 85 siswa dari berbagai tingkatan sekolah di Kota Bogor menjadi salah satu pertimbangan Devie untuk mendukung langkah Pemkot Bogor menunda PTM di semua lembaga pendidikan.

Penghentian PTM oleh Pemkot Bogor tertuang dalam Surat Keputusan (SK) Ketua Satgas Covid-19 Kota Bogor Nomor 01/STPC/02/2022, tentang Kebijakan Penghentian Sementara pada Masa PPKM di Kota Bogor.

“Dengan adanya SK Wali Kota tentang PTM dihentikan sementara, saya mendukung keputusan Wali Kota tersebut,” ucap Devie, Kamis (3/2).

Selain menunda PTM, Devie juga meminta Pemkot Bogor dapat memastikan penyelenggaraan PTM nantinya dapat menerapkan protokol kesehatan (prokes) dengan benar dan ketat demi keselamatan bersama.

Beberapa aspek yang disoroti Devie adalah sarana tempat cuci tangan, penempatan duduk, penggunaan masker dan memastikan anak didik setelah selesai masa belajar agar kembali ke rumah masing-masing, tidak singgah kemana mana, sehingga meminimalisir tingkat penyebaran Covid 19.

“Satgas Covid-19 juga harus aktif bergerak, bekerja untuk memutus rantai penyebaran Covid-19, pemantauan isoman apakah sudah sesuai aturan,” kata anggota Komisi IV DPRD Kota Bogor itu.

Masih kata Devie, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor harus melakukan tracing dengan baik, lakukan swab bagi kontak erat dan pantau untuk isolasi baik isoman maupun yang terpaksa harus dirawat.

“Ini harus kita lakukan bersama-sama antara Pemkot dan warga masyarakat karena hal ini tidak bisa di lakukan oleh Pemkot saja,” terang dia.

Devie juga berharap para orang tua dan seluruh masyarakat Kota Bogor dapat terus mematuhi protokol kesehatan (prokes). Dimulai dari lingkungan terkecil seperti keluarga, sehingga pada saat PTM kembali dilaksanakan maka dipastikan semua dalam keadaan sehat.

“Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) yang dilakukan tidak boleh mengurangi kuwalitas belajar, perlu juga di perhatikan bagaimana dengan orang tua murid yang terkendala dengan Hand Phone, dengan kuota agar tidak menghambat proses PJJ,” tutup Devie.

Sebagai informasi dalam menyikapi kembali meningkatnya angka Covid-19 di Indonesia, Pemkot Bogor memutuskan kembali menghentikan sementara Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di seluruh tingkatan, mulai dari TK, SD, SMP, SMA, Pesantren dan sederajat sejak 2 hingga 7 Februari 2022. (WH)

Add Comment