a

Sektor Pertanian Harus Jadi Magnet bagi Anak Muda

Sektor Pertanian Harus Jadi Magnet bagi Anak Muda

JAKARTA (2 Februari): Sektor pertanian harus berbenah ke arah yang lebih modern agar bisa dilirik kaum muda, kata anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi Partai NasDem, Yessy Melania.

“Sektor pertanian harus modern dan mampu menjadi magnet bagi anak-anak muda. Itulah cita-cita Pak Menteri (Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo). Kita harus dukung melalui program-program yang nyata bagi masyarakat,” ujar Yessy saat Rapat Dengar Pendapat Komisi IV DPR dengan Eselon I Kementerian Pertanian (Kementan), di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (2/2).

Dalam rapat itu, Yessy mendorong Kementan lebih memasifkan program pekarangan lestari (P2L) untuk masyarakat, khususnya untuk perempuan, kaum ibu, anak muda, dan bisa menjangkau desa hingga kota.

“Kami kira semangat dan keberpihakan Kementan untuk pertanian berkelanjutan tidak diragukan. Oleh karena itu, kami memberi masukan bahwa kegiatan P2L perlu diperkuat dan dipertahankan,” tandasnya.

Legislator NasDem itu juga mengingatkan Kementan agar programnya tidak tumpang tindih dengan kementerian lain. Selain itu, Yessy juga meminta Kementan bersinergi untuk mempercepat target program PSR (Peremajaan Sawit Rakyat) secara nasional.

“Ada program pembangunan 14 nursery dengan dana Rp78,3 miliar. Ini agar tidak tumpang tindih dengan Kementerian LHK. Selanjutnya, terkait program PSR, kami mendorong adanya akselerasi, kolaborasi, dan sinergitas untuk percepatan target nasional yang baru mencapai 23 persen. Perlu langkah percepatan dan tindakan strategis dalam mendorong progres PSR,” tandasnya.

Terkait permasalahan pertanian di Dapil Kalimantan Barat II (Sanggau, Sintang, Kapuas Hulu, Sekadau, dan Melawi), Yessy meminta Kementan segera menyikapinya. Salah satunya yakni penanganan Virus ASF (African Swine Fever) yang menyerang hewan ternak.

“Terkait penanganan Virus ASF, kami mendorong adanya support serum konvalescent untuk Dapil Kalbar II karena banyak kasus temuan. Kami mengapresiasi kesigapan Ditjen PKH (Peternakan dan Kesehatan Hewan) dan jajaran dalam melakukan langkah pencegahan di Kabupaten Melawi dan Kabupaten Sintang,” ujarnya.

Permasalahan lain yang ada di Kalbar, tambah Yessy, terkait pengawasan bantuan ayam ke peternak, perbengkelan alat mesin pertanian (Alsintan), tanaman pangan, hingga bantuan untuk korban banjir Kalbar.

“Bantuan benih ayam perlu dilakukan perbaikan dan pengawasan hingga ke kelompok penerima untuk memastikan keberlanjutan progam bantuan. Kami juga melihat perlunya perbengkelan untuk Alsintan agar jika ada kerusakan dapat diperbaiki, tidak mangkrak. Juga menjamin keberlanjutan bantuan Alsintan yang telah diberikan dan diterima petani,” pungkasnya.

(Yesaya/Dis/*)

Add Comment