a

RUU KIA Bentuk Kehadiran Negara untuk Ibu dan Anak

RUU KIA Bentuk Kehadiran Negara untuk Ibu dan Anak

JAKARTA (2 Februari): Semangat RUU Kesejahteraan Ibu dan Anak (KIA) merupakan bentuk kehadiran negara untuk memberikan perhatian dan pemenuhan gizi bagi anak, guna mewujudkan generasi unggul menyongsong Indonesia Emas.

“Presiden Jokowi kan sangat concern terhadap sumber daya pembangunan manusia. Darimana mulainya, yah hulunya kita mulai dari sini,” ujar Wakil Ketua Badan Legislasi (Baleg) DPR RI, Willy Aditya dalam Rapat Pleno Harmonisasi RUU KIA di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (31/1).

Legislator NasDem itu menegaskan, golden age atau masa pertumbuhan emas merupakan periode krusial tumbuh kembang anak yang kerap dikaitkan dengan 1.000 hari pertama kehidupan (HPK). Masa 1.000 HPK disebut sebagai penentu masa depan anak. Masa itu akan memengaruhi anak akan tumbuh sehat, kuat, dan cerdas atau justru mengalami gagal tumbuh, lemah, sering sakit-sakitan, serta kecerdasan yang tidak optimal.

“Prinsipnya, usulan ini (RUU KIA) merupakan suatu langkah yang baik dan sistematis untuk membangun sebuah peradaban,” tegas Willy.

Willy yang juga Wakil Ketua Fraksi NasDem DPR itu juga menyinggung upaya membangun karakter bangsa yang sehat dan kuat. Salah satunya menjadikan susu sebagai konsumsi rakyat Indonesia setiap hari. Ia mencontohkan negara Jepang yang sukses melakukan pendekatan revolusi fisik dalam dua dekade.

“Dengan pendekatan dua dekade melakukan revolusi putih terjadi revolusi fisik. Selama 20 tahun diberikan yoghurt dan susu kepada rumah tangga dan pada anak-anak baru lahir sehingga nutrisinya terbangun,” urainya.

Willy menekankan, negara harus hadir untuk mewujudkan generasi anak bangsa yang sehat, kuat, dan cerdas dengan cara pemenuhan nutrisi mereka.

“Jadi dimana state domain (domain negara). Kita berpikir untuk generasi emas itu dimulai dari enam tahun pertama. Saya yakin semua merindukan anak muda kita nutrisinya terpenuhi. Saya mendukung dan ini political will kita. Ini saatnya kita berpikir untuk negara dan bangsa ke depan,” pungkas Legislator NasDem dari Dapil Jawa Timur XI (Bangkalan, Pamekasan, Sumenep, dan Sampang) tersebut.

(dpr.go.id/*)

Add Comment