a

DPD NasDem Gresik Kirim Bantuan Untuk Pengungsi Semeru

DPD NasDem Gresik Kirim Bantuan Untuk Pengungsi Semeru

LUMAJANG (10 Desember): Erupsi Gunung Semeru yang terjadi pada akhir pekan lalu masih menyisakan duka yang mendalam bagi warga sekitar. Terlebih, dalam evakuasi yang dilakukan sejumlah relawan, ditemukan banyak korban jiwa dalam erupsi. Belum lagi, ribuan keluarga hingga saat ini terpaksa harus mengungsi ke sejumlah titik posko pengungsian.

Melihat kondisi ini, kader NasDem yang ada di tingkat pusat maupun daerah pun bergerak cepat. Sejak awal erupsi, bantuan datang silih berganti dan seolah tidak terhenti. Bantuan yang diberikan kemudian didistribusikan ke posko-posko pengungsian dengan bantuan relawan.

Dalam upaya meringankan beban warga terdampak erupsi, kali ini bantuan datang dari Dewan Pimpinan Daerah (DPD) NasDem Gresik. Bantuan yang diberikan berupa 5 ton beras, 130 dus mie instan, 120 pasang sandal jepit, tas, buku, alat tulis dan perlengkapan sekolah 100 pcs, hingga 8 box pakaian bekas layak pakai.

Ketua DPD NasDem Lumajang, Haji Charles Meikyansah (HCM) pun mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya atas bantuan yang diberikan DPD NasDem Gresik kepada warga terdampak erupsi Semeru.

 

“Terima kasih sebesarnya kepada ketua DPD Gresik dan pengurus Gresik lainnya. Mudah-mudahan amal perbuatan ketua dan pengurus DPD Gresik beserta Putri dari Ketua DPD diberikan tempat terbaik dari Allah.  Kami akan sebarkan semua pemberian tersebut kepada pengungsi APG Gunung Semeru,” kata HCM, yang juga anggota Komisi XI DPR RI dari Dapil IV Jawa Timur (Jember & Lumajang) itu, Jumat (10/12).

Data terakhir Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), menyebutkan, hingga Kamis (9/12) malam, ada sebanyak 43 jiwa korban meninggal erupsi Semeru.  Kemudian ada luka berat 21 orang, hilang 12 orang dan pengungsi sekitar 6.542 jiwa. Warga yang mengungsi pun tersebar di 125 titik.

Sebaran titik pengungsian sebagian besar berada di Kabupaten Lumajang. Sedangkan ada dua titik yang berada masing-masing di Kabupaten Malang dan Blitar. Kecamatan Candipuro sebanyak 10 titik pengungsian dengan jumlah warga 2.331 jiwa, Pasirian 4 titik (1.307 jiwa), Tempeh 12 titik (640 jiwa), Pronojiwo 10 titik (525 jiwa), Lumajang 11 titik (335 jiwa).

Kemudian Sumbersuko 9 titik (302), Pasrujamber 2 titik (212 jiwa), Sukodono 9 titik (204 jiwa), Kunir 8 titik (127 jiwa), Yosowilangun 8 titik (89 jiwa), Tekung 3 titik (67), Senduro 4 titik (66 jiwa), Padang 3 titik (62 jiwa), Jatiroto 3 titik (59 jiwa), Kedungjajag 7 titik (50 jiwa), Klakah 5 titik (45 jiwa), Rowokangkung 4 titik (37 jiwa), Ranuyoso 1 titik (26 jiwa), Randuagung 7 titik (24 jiwa), Tempusari 2 titik (23 jiwa) dan Gucialit 3 titik (11 jiwa).

“Posko akan terus melakukan pemutakhiran titik pengungsian mengingat ada pos pengungsian yang ditutup karena berada di kawasan rawan bahaya, seperti di Desa Sumberwuluh,” kata Plt. Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari.

(Y-7)

 

Add Comment