a

Tim Rescue NasDem DIY Bantu Evakuasi Korban Erupsi Semeru

Tim Rescue NasDem DIY Bantu Evakuasi Korban Erupsi Semeru

YOGYAKARTA (8 Desember): Sebanyak 15 personil dari tim rescue Dewan Pimpinan Wilayah Partai NasDem DIY berangkat menuju Kabupaten Lumajang Jawa Timur untuk membantu evakuasi korban erupsi Semeru. Mereka berangkat dari kantor DPW NasDem DIY, Jl. Soka, Baciro, Gondokusuman, Yogyakarta, Selasa siang (7/12). Tim rescue dipimpin Ketua Baret DPW NasDem DIY, Budi Wasono.

“Kami berangkat atas nama kemanusiaan. Ini murni karena solidaritas. Saudara-saudara kita korban erupsi Gunung Semeru butuh pertolongan dan kami siap hadir disana,” kata Budi, seperti dilansir nasdemjogja.id, Rabu (8/12).

Dijelaskan, kelima belas personil rescue DPW NasDem DIY merupakan personil yang terlatih di bidang kebencanaan. Sebagian diantaranya pernah terlibat dalam evakuasi korban erupsi Gunung Merapi pada 26 Oktober 2010.

Menurut Budi, timnya akan berkoordinasi dengan kelompok relawan lainnya di lokasi dan mengikuti prosedur dari tim gabungan. Fokus utamanya adalah penanganan korban maupun warga pengungsi. Operasi ini meliputi bantuan dan Search And Rescue (SAR) kepada korban Erupsi Gunung Semeru.

“Dari pengalaman kebencanaan fokusnya kepada penanganan maupun pencarian korban. Sebagian dari kami juga pernah terlibat dalam operasi SAR Erupsi Merapi 2010. Yang jelas disana akan mengikuti SOP dari tim gabungan,” jelasnya.

Keberangkatan tim juga membawa berbagai bantuan, seperti bahan pangan, baju layak pakai, serta obat-obatan. Bantuan ini berasal dari sumbangan segenap keluarga besar DPW NasDem DIY beserta warga Yogyakarta.

“Kami membawa banyak bantuan dari donasi keluarga besar NasDem Jogja dan warga Jogja. Alhamdulillah dalam waktu 24 jam terkumpul satu mobil Pick Up penuh,” katanya.

Berdasarkan data terakhir dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), jumlah korban jiwa akibat erupsi Gunung Semeru mencapai 22 orang. Sedangkan 27 orang masih dinyatakan hilang. Korban meninggal dunia itu ditemukan di Kecamatan Pronojiwo dan Candipuro. Sementara jumlah warga terdampak mencapai 5.205 warga. Dari jumlah itu, sebanyak 2.004 jiwa mengungsi di 19 titik. (nasdemjogja.id/IS).

Add Comment