a

UMKM Harus Masuk Pasar Global

UMKM Harus Masuk Pasar Global

YOGYAKARTA (24 November): Sektor Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) memiliki kontribusi cukup besar bagi perekonomian nasional. Jumlah pelaku UMKM di Indonesia per Maret 2021 tercatat mencapai 64,2 juta dengan kontribusi terhadap PDB (Produk Domestik Bruto) sebesar 61,07%.

Wakil Ketua Komisi VI DPR RI dari Fraksi Partai NasDem, Martin Manurung mengemukakan itu saat memimpin pertemuan Tim Kunjungan Spesifik (Kunspek) Komisi VI DPR RI dengan Eselon I Kementerian BUMN dan Direksi PT BRI (Persero) yang membahas dukungan BRI terhadap UMKM melalui Program BRIlian Preneur, di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Selasa (23/11).

Namun, kata Martin, pasar produk UMKM nasional masih didominasi pasar lokal dan dalam negeri.

“Pelaku UMKM nasional masih memiliki beberapa kendala yang cukup besar dalam memasuki pasar global melalui kegiatan ekspor. Antara lain permasalahan standardisasi produk, pemasaran, serta kendala pengiriman dan logistik,” ungkap Martin.

Melihat masalah tersebut, Legislator NasDem itu mengatakan, PT BRI (Persero) telah meluncurkan program Brilianpreneur UMKM Export yang bertujuan mendukung pelaku UMKM untuk memperluas jangkauannya ke pasar global.

Pada tahun 2020, PT BRI (Persero) telah sukses menyelenggarakan Brilianpreneur UMKM Export melalui serangkaian kegiatan antara lain pameran, talkshow, bazar online serta UMKM Award dengan melibatkan 400 pelaku UMKM binaan PT BRI (Persero). Target utama dari program Brilianprenenur tersebut agar pelaku UMKM dapat naik kelas dan Go Global.

“Terkait dengan hal itu, kami dari Komisi VI DPR RI ingin mendengar secara langsung terkait dukungan BRI terhadap UMKM melalui program Brilianprenenur meliputi kegiatan-kegiatan yang akan dilaksanakan, target dan tujuan yang diharapkan, mekanisme pemilihan pelaku UMKM yang terlibat, serta permasalahan yang dihadapi di lapangan,” tambah Legislator NasDem dari Dapil Sumatera Utara II (Labuhanbatu, Labuhanbatu Selatan, Labuhanbatu Utara, Tapanuli Selatan, Kota Padang Sidempuan, Mandailing Natal, Kota Gunungsitoli, Kota Sibolga, Tapanuli Tengah, Tapanuli Utara, Humbang Hasundutan, Toba Samosir, Nias Selatan, Samosir, Padang Lawas Utara, Padang Lawas, Nias, Nias Selatan, Nias Utara, dan Nias Barat) itu.

(dpr.go.id/*)

Add Comment