a

NasDem Sulteng Tarik Relawan dari Sulbar, Situasi Kondusif

NasDem Sulteng Tarik Relawan dari Sulbar, Situasi Kondusif

PALU (26 Januari): DPW NasDem Sulawesi Tengah (Sulteng) segera menarik relawannya yang terdiri dari tim medis, SAR, dan Garda Pemuda NasDem Sulteng yang melakukan kegiatan kemanusiaan di daerah terdampak gempa bumi, di Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar).

"Para relawan masih menyelesaikan beberapa tugas di Kabupaten Mamuju dan Senin, (25/1) mulai ditarik balik ke Palu," ujar Ketua DPW NasDem Sulteng, Atha Mahmud di Palu, Sulteng, Minggu (24/1).

Diketahui, relawan yang dikirim DPW NasDem Sulteng ke Mamuju mulai melakukan kegiatan-kegiatan kemanusiaan sejak Sabtu (16/1). Gempa bumi mengguncang Mamuju, Majene, Sulbar pada Jumat (15/1).

Penarikan relawan, kata Atha, karena situasi dan kondisi di daerah terdampak gempa di Sulbar berangsur membaik.

"Penarikan tim relawan yang terdiri dari tim rescue, tenaga medis dan garda pemuda, karena situasi di Sulbar pascagempa sudah mulai kondusif," tegas Atha Mahmud.

Dia menyebutkan, Pemprov Sulbar dalam kegiatan penanggulangan pascagempa didukung  Pemerintah Pusat, sehingga dianggap telah bisa menangani masalah yang muncul akibat dampak dari gempa.

Atha mengatakan, kepulangan tim relawannya tidak mengurangi perhatian Partai NasDem Sulteng terhadap masyarakat dan daerah terdampak gempa di Sulbar.

"Karena itu DPW NasDem Sulbar tetap akan bekerja membantu pengungsi seperti selama ini di bawah koordinasi saudara Ratih Megasari Singkarru, anggota DPR Rl dari Partai NasDem dapil Sulbar," katanya.

DPW NasDem Sulteng telah mengirim bantuan logistik ke Mamuju, Sulbar senilai Rp1,5 miliar yang dibagi dalam tiga tahap pengiriman. Pengiriman logistik tahap pertama diangkut oleh lima truk dari Kota Palu ke Mamuju. Tahap kedua sembilan truk dan tahap III tujuh truk.

"Bantuan yang sudah terkirim ke Mamuju total semuanya 21 truk," kata Atha.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menjadwalkan perpanjangan masa tanggap darurat untuk status penanganan bencana di Kabupaten Majene dan Mamuju selama dua pekan, setelah berakhir pada 28 Januari 2021.(HH/*)

Add Comment