a

Immawan-Martanty Optimistis Gunungkidul Jadi Lumbung Pangan DIY

Immawan-Martanty Optimistis Gunungkidul Jadi Lumbung Pangan DIY

WONOSARI (5 November): Pasangan calon Bupati-Wakil Bupati Gunungkidul, DIY, Immawan Wahyudi – Martanty Soenar Dewi, menggelar kampanye dengan menanam padi bersama kelompok tani di Padukuhan Sawahan, Kelurahan Bleberan Kapanewon Playen, Gunungkidul, Rabu, (4/11). Agenda tanam padi digelar untuk pertama kalinya seusai musim panen. 

Cuaca gerimis tak menyurutkan langkah pasangan yang diusung Partai NasDem dengan modal sembilan kursi DPRD Gunungkidul itu untuk bersama-sama menanam padi jenis Gogo. Di lahan seluas 20 hektar ini, para petani mengandalkan sistem tumpang sari. Tanaman padi diselingi berbagai tanaman lain, seperti jagung dan kacang tanah. Seluruh tanaman diberi pupuk organik yang diproduksi kelompok ternak Mandiri Mulyo.

Terdapat 53 petani lokal yang tergabung dalam beberapa kelompok. Calon Bupati Gunung Kidul, Immawan Wahyudi, mengapresiasi produktivitas petani yang hasilnya sangat memuaskan, meski dalam suasana pandemi. 

“Pada musim panen lalu petani menghasilkan lebih dari delapan ton padi per satu hektar lahan. Di sini terdapat 20 hektar. Ini luar biasa. Di masa pandemi, di saat sumber-sumber ekonomi lainnya menurun, sumber ekonomi dari pertanian di Gunungkidul justru meningkat,” kata Immawan. 

Immawan optimistis, sektor pertanian di Gunungkidul bisa menjadi lumbung pangan di Provinsi DIY. 

“Saya optimistis pertanian Gunungkidul akan berkembang dan menjadi lumbung pangan di DIY. Ketahanan pangan DIY nantinya akan dipasok oleh sektor pertanian di Gunungkidul,” tegasnya disambut tepuk tangan para petani.

Menurut Wabup nonaktif itu, target lumbung pangan dinilai realistis, mengingat kemampuan dan semangat kebersamaan petani sangat kuat. Ia berjanji akan mensupport petani lebih banyak lagi dalam hal infratruktur pertanian, termasuk pembangunan sumur bor dan mesin pertanian. 

“Saya berjanji, bantuan sumur bor segera terlaksana,” katanya.

Salah satu petani, Sumari mengatakan, pengairan di sini masih mengandalkan sistem tadah hujan. Dalam setahun, para petani bisa memanen sedikitnya dua kali. Ia pun berharap bantuan sumur bor bisa segera direalisasikan. 

"Semoga pak Immawan menang dan bisa mewujudkan sumur bor. Satu sumur bor bisa untuk mengairi seluruh lahan," kata Sumari.

Sedangkan Cawabup Martanty Soenar Dewi menilai, keberhasilan di sektor pertanian tak lepas dari kaum perempuan yang turut diberdayakan sebagai petani. Martanti sebagai satu-satunya kontestan perempuan membenarkan bahwa target Gunungkidul sebagai lumbung pangan sangat realistis.

“Sangat realistis. Kita bisa lihat disini, semua elemen bergerak, termasuk kaum ibu yang turut terlibat sejak nanam hingga panen. Saya sangat yakin target lumbung pangan akan terlaksana. Ini komitmen kami untuk meningkatkan kesejahteraan petani,” pungkasnya.(Nizar/*).

Add Comment