a

Fauzi Amro Ingatkan Tiga RUU belum Diparipurnakan

Fauzi Amro Ingatkan Tiga RUU belum Diparipurnakan

JAKARTA (29 September): Anggota DPR RI dari Fraksi NasDem, Fauzi H Amro mengingatkan tentang nasib tiga RUU yang sudah dibahas di Badan Legislasi (Baleg) DPR RI namun hingga saat ini belum dibawa ke Rapat Paripurna DPR untuk disahkan menjadi RUU inisiatif DPR.

Ketiga RUU itu adalah RUU tentang Masyarakat Hukum Adat, RUU tentang Perlindungan Pekerja Rumah Tangga, dan RUU tentang Profesi Psikolog.

"Tiga undang-undang itu sudah dibahas di Badan Legislasi, sudah dibawa dan divoting di Bamus (Badan Musyawarah) dengan skor 72, tetapi tidak dibawa ke paripurna menjadi usul inisiatif," kata anggota Legislator NasDem itu saat mengikuti Rapat Paripurna DPR RI di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa, (29/9).

Menurut wakil rakyat asal Dapil Sumatera Selatan (Sumsel) I itu, hal tersebut menimbulkan pertanyaan besar bagi para anggota fraksi, mengapa bisa terjadi. 

"Seharusnya ketika dilakukan voting itu bisa dibawa ke mekanisme selanjutnya yakni mekanisme paripurna, agar mekanisme aturan MD3 kita berjalan. Penting saya sampaikan pada rapat paripurna ini untuk mengingatkan kita semua tentang mekanisme dalam pengambilan keputusan," ungkap anggota Komisi XI DPR RI itu.

Fauzi Amro juga menambahkan, perlu menjadi catatan supaya mekanisme rapat paripurna bisa mengagendakan rapat-rapat yang sudah dibahas di Bamus dan harus dibawa ke paripurna.

Pada kesempatan yang sama, Legislator NasDem tersebut juga mengingatkan terkait APBN yang sudah diketuk di dalam Rapat Paripurna tersebut. Dikatakan, banyak hal yang terdampak, baik mengenai perlindungan sosial maupun UMKM di masa pandemi covid-19 ini. 

"UMKM yang menjadi prioritas itu menjadi tanggung jawab kita bersama. Yang juga menjadi persoalan kami adalah dampak terhadap media, baik elektronik maupun cetak, akibat Covid-19,” ujarnya.

Fauzi Amro juga meminta pemerintah serius memperhatikan permasalahan media, karena dari hulu maupun sampai hilirnya problem yang dimiliki media hampir sama. 

“Sekarang iklan-iklan terbatas di TV nasional maupun swasta. Kita berharap dari forum ini ada keberpihakan kita semua terhadap media, baik media cetak maupun elektronik. Kalau kita tidak bersikap seperti halnya UMKM, maka media-media ini (hanya akan) menjadi kenangan saja nantinya," pungkas Fauzi. (dpr.go.id/*)

Add Comment